Religi

Tahun Baru Islam 1448 H: Mengenal Sejarah, Makna, dan Amalan Bulan Muharram

×

Tahun Baru Islam 1448 H: Mengenal Sejarah, Makna, dan Amalan Bulan Muharram

Share this article
Tahun Baru Islam 1448 H: Mengenal Sejarah, Makna, dan Amalan Bulan Muharram
Tahun Baru Islam 1448 H: Mengenal Sejarah, Makna, dan Amalan Bulan Muharram

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 07 Juni 2026 | Tahun Baru Islam 1448 H atau 1 Muharram 1448 H akan jatuh pada tanggal 16 Juni 2026. Peristiwa ini merupakan momen penting bagi umat Islam di seluruh dunia, karena menandai awal tahun baru dalam kalender Hijriah.

Kalender Hijriah sendiri memiliki sistem penanggalan yang berbeda dengan kalender Masehi. Kalender Hijriah didasarkan pada peredaran bulan terhadap bumi, sedangkan kalender Masehi didasarkan pada pergerakan matahari.

Sejarah Tahun Baru Islam dimulai sekitar enam tahun setelah wafatnya Rasulullah SAW, yakni pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab RA (634 M-644 M). Pada tahun 638 M, Gubernur Irak Abu Musa Al-Asy’ari mengusulkan kepada Khalifah Umar agar umat Islam memiliki penanggalan resmi untuk menertibkan urusan surat-menyurat.

Peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah menjadi tonggak penting dalam sejarah Islam dan dijadikan dasar penanggalan Hijriah. Oleh karena itu, Tahun Baru Islam juga sering dimaknai sebagai momentum refleksi dan evaluasi diri.

Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan yang sangat mulia dalam Islam, yang disebut sebagai bulan haram atau asyhurul hurum. Pada bulan ini, umat Islam dilarang melakukan peperangan dan diperintahkan untuk melakukan amalan baik.

Beberapa amalan yang dapat dilakukan pada bulan Muharram antara lain puasa sunnah, seperti puasa Senin-Kamis, dan puasa Ayyamul Bidh. Umat Islam juga dapat melakukan amalan lain seperti membaca Alquran, melakukan sholat sunnah, dan berbuat kebaikan kepada sesama.

Di Indonesia, Tahun Baru Islam 1448 H akan diperingati secara nasional pada tanggal 16 Juni 2026. Pemerintah telah menetapkan hari tersebut sebagai hari libur nasional, sehingga umat Islam dapat melaksanakan ibadah dan amalan dengan lebih tenang.

Dalam menyambut Tahun Baru Islam, umat Islam dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperbarui diri dan meningkatkan kualitas iman. Dengan memahami sejarah dan makna Tahun Baru Islam, umat Islam dapat memperoleh hikmah dan manfaat yang lebih dalam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *