Ekonomi

Purbaya Yudhi Sadewa: Saya Tetap Menjadi Menteri Keuangan, Tidak Ada Rencana Mundur

×

Purbaya Yudhi Sadewa: Saya Tetap Menjadi Menteri Keuangan, Tidak Ada Rencana Mundur

Share this article
Purbaya Yudhi Sadewa: Saya Tetap Menjadi Menteri Keuangan, Tidak Ada Rencana Mundur
Purbaya Yudhi Sadewa: Saya Tetap Menjadi Menteri Keuangan, Tidak Ada Rencana Mundur

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 05 Juni 2026 | Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah membantah isu tentang pengunduran dirinya dari jabatan Menteri Keuangan. Ia menyatakan bahwa dirinya masih akan tetap menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai bendahara negara, sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.

Purbaya menegaskan bahwa komitmennya kuat untuk melanjutkan jabatannya sebagai Menteri Keuangan. Ia juga mempertanyakan asal muasal rumor yang menyebutkan pengunduran dirinya dari kursi Menteri Keuangan, dan berasumsi bahwa isu tersebut disebarkan untuk memengaruhi sentimen pasar.

Menurut Purbaya, rumor pengunduran diri beredar usai dirinya menghadiri Rapat Paripurna terkait revisi Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) di DPR RI. Namun, Purbaya menegaskan bahwa dirinya masih menjalankan tugas dan tanggung jawab otoritas fiskal seperti biasa.

Di samping itu, Purbaya juga menyatakan bahwa arus modal asing ke Indonesia tetap ramai meskipun terjadi gejolak pasar. Data per 3 Juni 2026 mencatat total aliran masuk modal asing mencapai Rp 60,9 triliun pada triwulan kedua. Investasi asing masuk melalui Surat Berharga Negara dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia, meskipun pasar saham mencatatkan arus keluar.

Purbaya juga mengungkapkan bahwa defisit APBN per Mei 2026 tercatat sebesar Rp180,4 triliun atau 0,70 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Pendapatan negara terhimpun sebesar Rp1.185 triliun atau setara 37,6 persen target APBN senilai Rp3.153,6 triliun. Realisasi ini tumbuh sebesar 19,1 persen (year-on-year/yoy).

Dari sisi belanja negara, realisasi per Mei 2026 tercatat mencapai Rp1.365,4 triliun atau setara 35,5 persen dari target APBN Rp3.842,7 triliun, tumbuh sebesar 34,4 persen (yoy). Dengan kinerja itu, keseimbangan primer mencetak surplus sebesar Rp58,6 triliun, yang mengindikasikan fiskal masih cukup memadai untuk mengelola pendapatan, belanja dan utang.

Menurut Purbaya, persepsi negatif terhadap kondisi fiskal pemerintah banyak dipicu oleh rumor yang menilai pelaksanaan fiskal pemerintah kurang baik setelah melihat data defisit APBN pada awal tahun. Namun, Purbaya mengaku mendapatkan pandangan berbeda saat berdiskusi dengan Standard & Poor’s (S&P), yang menyatakan bahwa pelemahan rupiah sebagai salah satu sumber yang memunculkan ketidakpastian bagi pelaku pasar.

Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan tetap menjalankan tugas dan tanggung jawab otoritas fiskal seperti biasa, dan tidak akan terpengaruh oleh rumor atau isu yang beredar. Ia juga menekankan bahwa komitmennya kuat untuk melanjutkan jabatannya sebagai Menteri Keuangan, dan akan terus bekerja untuk menjaga stabilitas fiskal dan meningkatkan kinerja ekonomi Indonesia.

Kesimpulan, Purbaya Yudhi Sadewa tetap menjadi Menteri Keuangan dan tidak ada rencana mundur. Ia akan terus menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai bendahara negara, dan bekerja untuk menjaga stabilitas fiskal dan meningkatkan kinerja ekonomi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *