Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 05 Juni 2026 | Pada hari Kamis, 4 Juni 2026, Komite Tetap Keuangan Parlemen yang dipimpin oleh Bhartruhari Mahtab, menggelar pertemuan untuk membahas situasi ekonomi umum di negara ini. Pertemuan tersebut dihadiri oleh pejabat dari Departemen Urusan Ekonomi dan Penasihat Ekonomi Utama pemerintah.
Para anggota parlemen dari pihak oposisi dan pemerintah sama-sama mengungkapkan keprihatinan tentang dampak ketegangan antara AS dan Iran terhadap perekonomian India. Menurut sumber, Manish Tewari, seorang pemimpin kongres senior, mempertanyakan kenaikan harga bahan bakar baru-baru ini.
Para anggota parlemen dari pihak pemerintah, seperti P.P. Chaudhary, Sanjay Seth, dan Dinesh Sharma, ingin mengetahui dampak inflasi dari krisis saat ini selama kuartal depan. Salah satu anggota parlemen menunjukkan bahwa OMC (Oil Marketing Companies) telah mencatatkan peningkatan laba sebesar 130% pada tahun fiskal sebelumnya dan pendapatan mereka 40% lebih tinggi daripada pada kuartal sebelumnya.
Para pejabat pemerintah, menurut sumber, mengutip statistik internasional untuk menegaskan posisi pemerintah bahwa dampak pada harga bahan bakar di India terbatas dibandingkan dengan tren global. Namun, panel tidak puas dengan jawaban tersebut dan meminta pemerintah untuk memberikan jawaban yang lebih rinci.
Panel juga mempertanyakan ketergantungan yang kuat pada bahan baku impor untuk produksi pupuk oleh produsen domestik dan dampaknya pada perekonomian. Pemerintah, menurut sumber, telah menjamin bahwa ada stok yang cukup untuk musim Rabi dan upaya sedang dilakukan untuk memproses lebih banyak untuk musim Kharif.
Di lain pihak, Sustainability LIVE telah mengumumkan panel pertama untuk acara London Summit 2026, yang berfokus pada transisi sektor otomotif ke net zero. Acara tersebut akan diadakan pada tanggal 8-9 September 2026 di QEII Centre, London, dan akan menghadirkan pemimpin industri senior untuk membahas tantangan dan peluang desarbonisasi.
Panel, yang berjudul ‘Masa Depan Otomotif Net Zero’, akan menampilkan eksekutif dari Toyota Motor Europe, Constellation Automotive Group, dan HellermannTyton. Acara ini akan membahas tentang bagaimana sektor otomotif dapat mencapai target net zero dan mengurangi dampak lingkungan.
Selain itu, terdapat juga masalah tentang daur ulang panel surya. Daur ulang modul surya skala utilitas di Amerika Serikat biayanya antara $15 dan $45, sedangkan mengirimkannya ke tempat pembuangan hanya biaya $1 dan $5. Selisih biaya ini merupakan masalah utama yang dihadapi industri daur ulang PV.
Para peneliti telah menemukan bahwa perak dan silikon merupakan bahan yang paling berharga dalam modul surya kristal silikon, yang mencakup sekitar 95% dari basis instalasi global. Namun, operasi komersial saat ini umumnya gagal untuk mendaur ulang bahan-bahan tersebut dengan kemurnian yang cukup untuk membenarkan biaya.
Kesimpulan dari semua ini adalah bahwa pemerintah dan industri harus bekerja sama untuk mengatasi tantangan-tantangan yang dihadapi dalam daur ulang panel surya dan mencapai target net zero. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya daur ulang panel surya.











