Hiburan

Drama Spekta 9 Indonesian Idol 2026: Rio Raih Empat Standing Ovation, Kezi Stephanie Tereliminasi

×

Drama Spekta 9 Indonesian Idol 2026: Rio Raih Empat Standing Ovation, Kezi Stephanie Tereliminasi

Share this article
Drama Spekta 9 Indonesian Idol 2026: Rio Raih Empat Standing Ovation, Kezi Stephanie Tereliminasi
Drama Spekta 9 Indonesian Idol 2026: Rio Raih Empat Standing Ovation, Kezi Stephanie Tereliminasi

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 14 April 2026 | Sabtu (13/04/2026) malam, panggung Indonesian Idol Season 14 (S14) kembali diguncang oleh pertarungan sengit di Babak Spekta 9 yang menampilkan Top 7 kontestan. Tema “Idola Timuran” menuntut para peserta menghidupkan kembali lagu-lagu viral Timur dengan sentuhan khas Indonesia. Dihadiri lima juri ternama—Judika, Bunga Citra Lestari (BCL), Maia Estianty, Rossa, dan Soleh Solihun—acara tersebut menyuguhkan momen emosional, penampilan memukau, serta kejutan yang tak terduga.

Rio Lahskart menjadi sorotan utama setelah membawakan lagu “Ubur Ubur Ikan Lele” yang dipopulerkan Juan Reza feat. Jacson Zeran dan Chesylino. Penampilan Rio berhasil memukau seluruh dewan juri, memperoleh empat Standing Ovation (SO) dari Judika, Maia, BCL, dan Rossa. Reaksi positif tersebut menegaskan bahwa Rio berhasil menaklukkan tema sekaligus menunjukkan kemampuan vokal yang dinamis dan enerjik.

Sementara itu, Kezi Stephanie mengalami nasib kurang menguntungkan. Pada giliran Kezi menyanyikan “Stecu Stecu” (Faris Adam), ia mengalami beberapa kali nada oleng. Maia Estianty dan Soleh Solihun mencatatkan kritik tajam, menyoroti ketidaksesuaian teknik vokal dan kurangnya kontrol napas. Akibat penilaian tersebut, Kezi menjadi kontestan pertama yang tereliminasi pada babak Spekta 9, meskipun sebelumnya belum pernah masuk dalam bottom three atau bottom two.

Penampilan ketiga diambil oleh Celyna Grace dengan lagu “Ngapain Repot” (Toton Caribo feat. Wizzbakerhod dan Fresy Nikijuluw). Meskipun tidak memperoleh Standing Ovation, Celyna tampil luar biasa dengan menambahkan unsur rap yang menghidupkan suasana. Keberanian artistik ini mendapat pujian dari juri, terutama atas kemampuan menggabungkan genre pop dan rap secara mulus.

Josh Flo, penyanyi asal Manokwari, menampilkan “Jang Ganggu” (Shine of Black). Ia berhasil menggerakkan seluruh studio, namun tampak tegang pada beberapa bagian dan berusaha memaksakan nada tinggi yang mengurangi kesan naturalitas. Meskipun demikian, penampilannya tetap dianggap solid dan menambah variasi dalam rangkaian pertunjukan.

Meidra melanjutkan kompetisi dengan membawakan “Tabola Bale” (Silet Open Up feat. Jacson Zeran, Juan Reza, dan Diva Aurel). Penampilannya yang memikat dan aura yang mengalir sepanjang lagu memperoleh Standing Ovation dari BCL. Maia Estianty menilai penampilan Meidra seakan konser mini, menegaskan kualitas produksi panggung dan kontrol vokal yang tinggi.

Ecky, kontestan asal Banjarmasin, menyuguhkan “Tor Monitor Ketua” (Orang Baru Lebe Gacor) yang populer berkat Ecko Show. Ia menampilkan beatbox memukau, memancing sorakan penonton dan menambah dimensi baru pada pertunjukan. Penampilan tersebut menegaskan fleksibilitas genre yang dibutuhkan dalam tema Idola Timuran.

Penutup spektakuler diberikan oleh Niki Becker dengan lagu “Tamang Pung Kisah”. Niki berhasil meraih empat Standing Ovation dari BCL, Judika, Maia, dan Rossa, menegaskan kepiawaiannya dalam menafsirkan lagu dengan sentuhan emosional yang mendalam. Penampilannya menjadi penutup yang kuat, meninggalkan kesan kuat bagi penonton dan juri.

Dengan eliminasi Kezi Stephanie, jumlah kontestan yang melaju ke Babak Spekta 10 turun menjadi enam. Kezi menjadi satu-satunya peserta yang belum pernah masuk dalam posisi bottom three atau bottom two sebelum malam itu, menandakan bahwa kompetisi Indonesian Idol semakin menuntut konsistensi dan adaptasi cepat pada tiap tantangan tematik.

Selain sorotan pada penampilan individu, Babak Spekta 9 juga menyoroti dinamika juri yang semakin kritis. Rossa, meski tidak memberikan Standing Ovation pada semua penampilan, tetap memberikan komentar konstruktif yang membantu peserta memahami area perbaikan. Soleh Solihun, yang berperan sebagai juri kritis, menyoroti pentingnya penguasaan teknik vokal dan keutuhan interpretasi lagu.

Keputusan eliminasi Kezi Stephanie diperkirakan akan memicu diskusi di media sosial, mengingat popularitasnya yang cukup tinggi di kalangan pemirsa muda. Sementara itu, Rio Lahskart diprediksi menjadi kandidat kuat untuk melaju ke final, mengingat dukungan kuat dari juri dan respon positif penonton.

Jadwal Spekta 10 dijadwalkan akan tayang pada minggu mendatang, dengan tema yang masih dirahasiakan oleh produser. Namun, antisipasi tinggi mengingat kompetisi kini semakin ketat, dengan enam kontestan yang harus bersaing untuk satu tiket final.

Secara keseluruhan, Spekta 9 memperlihatkan kualitas produksi yang semakin matang, penilaian juri yang lebih tajam, serta dinamika kompetisi yang menegangkan. Penonton dapat menantikan babak selanjutnya dengan harapan melihat penampilan yang lebih inovatif dan emosional dari para finalis yang tersisa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *