Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 19 April 2026 | Bitcoin kembali menjadi sorotan utama pasar kripto setelah dua peristiwa signifikan bergabung dalam satu narasi yang mengubah dinamika penawaran dan permintaan. Di satu sisi, Parasite Pool, sebuah kolam penambangan yang menargetkan penambang rumahan dengan model pembayaran hibrida, berhasil menemukan blok Bitcoin kedua dalam waktu 48 hari sejak penemuan pertama. Di sisi lain, penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran memicu spekulasi geopolitik yang menggerakkan harga Bitcoin hingga menembus level $76.000.
Parasite Pool, yang diluncurkan pada April 2025, mengadopsi skema pembayaran yang belum pernah terlihat di kolam penambangan konvensional. Sistem ini memberikan satu Bitcoin secara langsung kepada penambang yang berhasil memecahkan blok, sementara sisa 2,125 Bitcoin beserta biaya transaksi dibagikan secara proporsional kepada seluruh peserta kolam berdasarkan kontribusi hash mereka sejak blok sebelumnya. Tidak ada biaya layanan, dan semua pembayaran dilakukan lewat jaringan Lightning, menjadikan proses lebih cepat dan murah.
Blok ke-945,601 yang ditambang pada Jumat pagi menandai pencapaian penting bagi Parasite Pool. Blok tersebut memuat 7.398 transaksi dan menambahkan sekitar 0,002 Bitcoin dalam bentuk biaya, sementara nilai Bitcoin pada saat itu berada di kisaran $76.213. Keberhasilan ini mengonfirmasi bahwa model hybrid dapat mempertahankan hash rate bahkan selama periode tanpa blok, yang selama ini menjadi tantangan utama bagi penambang kecil.
Menurut data yang dipublikasikan di dasbor resmi kolam, hash rate Parasite saat ini berada di 52 petahash per detik, turun dari puncaknya 182 PH/s pada Juni 2025. Meskipun hanya menyumbang sekitar 0,005% dari total jaringan yang diperkirakan mencapai 1 zettahash, kolam ini berhasil menarik perhatian komunitas penambang rumahan yang mencari alternatif selain model industri yang didominasi oleh fasilitas skala besar.
Sementara itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas ketika Iran menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia. Penutupan ini menimbulkan kekhawatiran mengenai pasokan minyak dunia, yang pada gilirannya memicu pergerakan aset alternatif seperti Bitcoin. Pasar merespons dengan cepat; harga Bitcoin melonjak kembali ke level $76.000, menggarisbawahi peran mata uang digital sebagai “safe haven” di tengah gejolak politik.
Pergerakan harga ini juga dipengaruhi oleh laporan terbaru bahwa perusahaan investasi MicroStrategy terus meningkatkan kepemilikan Bitcoin mereka. Menurut analisis Coinbase, akumulasi Bitcoin oleh MicroStrategy berkontribusi pada penyempitan pasokan yang lebih besar daripada yang diperkirakan pasar, memperkuat tren bullish yang sedang berlangsung.
Keberhasilan Parasite Pool dan dinamika harga Bitcoin yang dipengaruhi oleh aksi Iran menunjukkan dua sisi berbeda dari ekosistem kripto: inovasi teknis pada level penambangan dan sensitivitas pasar terhadap faktor eksternal. Kedua fenomena ini menegaskan bahwa Bitcoin tidak hanya berfungsi sebagai aset investasi, tetapi juga sebagai instrumen yang responsif terhadap perkembangan teknologi dan geopolitik.
Para analis memperingatkan bahwa meskipun saat ini harga berada di level menguntungkan, volatilitas tetap tinggi. Selat Hormuz dapat kembali dibuka atau tetap tertutup, dan model hybrid Parasite Pool masih perlu diuji dalam jangka panjang untuk membuktikan kelangsungan daya tariknya bagi penambang rumahan.
Secara keseluruhan, kombinasi inovasi penambangan yang menargetkan komunitas kecil dan faktor geopolitik yang menggerakkan pasar memberikan gambaran baru tentang bagaimana Bitcoin terus beradaptasi dan berkembang dalam lanskap global yang terus berubah.











