Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 30 Mei 2026 | Persib Bandung baru saja meraih gelar juara BRI Super League 2025/2026, tetapi kabar tidak menggembirakan datang dari FIFA. Klub asal Bandung ini masuk dalam Daftar Larangan Pendaftaran FIFA (FIFA Registration Ban List) yang berarti mereka tidak bisa mendaftarkan pemain baru untuk kompetisi 2026/2027.
Keputusan ini diambil oleh FIFA tanpa menyebutkan secara spesifik sengketa atau pelanggaran apa yang dilakukan oleh Persib. Namun, yang jelas, Persib menjadi klub Indonesia kedelapan yang masuk dalam daftar tersebut setelah sebelumnya ada Persiwa Wamena, PSBS Biak, PSCS Cilacap, Kalteng Putra, PSM Makassar, Semen Padang, dan PSIS Semarang.
Persib sendiri baru saja mengalami kejayaan dengan meraih gelar juara BRI Super League tiga kali berturut-turut. Mereka juga akan kehilangan pelatih Bojan Hodak yang berganti peran sebagai penasihat teknis. Igor Tolic, yang sebelumnya menjadi asisten pelatih, akan menggantikan Bojan Hodak sebagai pelatih.
Dalam beberapa hari terakhir, Persib juga mengalami cedera yang dialami oleh penyerang mereka, Arsan Makarin, saat melawan PSIS. Arsan mengalami cedera kepala setelah bertabrakan dengan kiper PSIS, Adi Satryo. Meskipun demikian, Arsan mengaku bahwa kondisinya baik-baik saja dan hanya merasa sedikit pusing.
Sementara itu, di liga lain, terjadi perubahan dalam struktur kepolisian di Udhampur, Jammu, dengan empat inspektor dan tiga Probationer Sub-Inspectors (PSIs) yang dipindahkan. Perubahan ini dilakukan oleh Senior Superintendent of Police (SSP) Udhampur, Amritpal Singh.
Dalam beberapa hari terakhir, sepak bola Indonesia juga dihebohkan dengan kabar bahwa Persib Bandung masuk dalam Daftar Larangan Pendaftaran FIFA. Ini berarti bahwa Persib tidak bisa mendaftarkan pemain baru untuk kompetisi 2026/2027. Persib sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kabar ini.
Kesimpulan dari kabar ini adalah bahwa Persib Bandung harus berhati-hati dalam mengelola klub mereka agar tidak mengalami masalah yang lebih besar lagi. Mereka juga harus mencari solusi untuk mengatasi masalah ini agar tidak mempengaruhi performa mereka di lapangan.











