Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 30 Mei 2026 | Di Korea, tradisi cukur rambut telah menjadi bagian dari sejarah dan budaya negara tersebut. Tidak hanya dalam konteks agama atau tradisi, namun juga dalam ranah politik. Salah satu contoh yang menarik adalah Jang Dong Ju, seorang politisi yang menggunakan tradisi ini untuk menunjukkan komitmennya terhadap perjuangan politik.
Tradisi cukur rambut dalam politik Korea memiliki akar yang dalam. Pada tahun 1987, Park Chan-jong, seorang anggota parlemen, melakukan cukur rambut sebagai bentuk protes terhadap sistem politik yang ada. Sejak itu, tradisi ini terus berlanjut dan menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan dan korupsi.
Selain Jang Dong Ju, ada beberapa tokoh lain yang juga menggunakan tradisi cukur rambut sebagai bentuk protes. Misalnya, pada tahun 2019, Lee Un-ju, seorang anggota parlemen independen, mencukur rambutnya sebagai bentuk protes terhadap pengangkatan Menteri Kehakiman Cho Kuk. Pada tahun 2024, beberapa anggota parlemen dari Partai Demokrat juga mencukur rambut mereka sebagai bentuk protes terhadap keputusan presiden.
Tradisi cukur rambut dalam politik Korea tidak hanya terbatas pada ranah politik saja. Dalam beberapa tahun terakhir, tradisi ini juga telah digunakan dalam konteks sosial dan budaya. Misalnya, pada tahun 2013, Minami Minegishi, seorang mantan anggota grup idola Jepang AKB48, mencukur rambutnya sebagai bentuk permintaan maaf kepada fans setelah dia tertangkap basah memiliki hubungan dengan seorang pria.
Dalam konteks Jang Dong Ju, tradisi cukur rambut memiliki makna yang lebih dalam. Jang Dong Ju menggunakan tradisi ini sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan dan korupsi yang ada dalam sistem politik Korea. Dengan mencukur rambutnya, Jang Dong Ju ingin menunjukkan komitmennya terhadap perjuangan politik dan perlawanan terhadap ketidakadilan.
Tradisi cukur rambut dalam politik Korea telah menjadi bagian dari sejarah dan budaya negara tersebut. Dengan menggunakan tradisi ini, Jang Dong Ju dan tokoh-tokoh lainnya ingin menunjukkan komitmennya terhadap perjuangan politik dan perlawanan terhadap ketidakadilan. Dalam konteks ini, tradisi cukur rambut telah menjadi simbol perlawanan dan komitmen terhadap perjuangan politik.











