Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 28 Mei 2026 | Baru-baru ini, Jensen Huang, CEO Nvidia, menjadi viral di media sosial karena momen uniknya saat berkunjung ke pasar malam di Taipei, Taiwan. Huang, yang merupakan salah satu orang terkaya di dunia, terlihat ingin membeli jagung bakar di salah satu pedagang populer di Raohe Street Night Market, Taipei.
Namun, saat datang, antrean di stall tersebut sudah panjang dan dipenuhi pengunjung. Banyak orang yang langsung mengenali Huang dan meminta foto bersamanya. Di tengah suasana ramai itu, Huang kemudian mengeluarkan uang tunai sambil berseru ke penjual dan pengunjung di sekitarnya.
“Saya mau traktir semua orang. Tapi boleh enggak saya dapat duluan?” kata Huang sambil tersenyum. Ucapan itu langsung memancing reaksi “wow” dan tawa dari orang-orang di sekitar stall. Sang penjual sempat menjelaskan bahwa para pengunjung sebenarnya sudah membayar pesanan mereka masing-masing. Namun Huang tetap bersikeras ingin membayari lagi.
Tak lama kemudian, penjual akhirnya memberikan satu kantong berisi jagung bakar kepada Huang lebih dulu. Sambil memegang jagung tersebut, Huang memastikan sekali lagi kepada orang-orang di sekitarnya. “Boleh ya (dapat duluan)?” kata orang nomor satu di perusahaan semikonduktor raksasa dunia ini sambil menunjukkan jagung bakarnya.
Pengunjung yang berada di lokasi pun ramai-ramai menjawab “boleh”. Setelah itu, Huang langsung membuka jagung bakar tersebut dan mencobanya di tempat. Ia lalu berseru “haochi” atau yang berarti “enak” dalam bahasa Mandarin.
Sementara itu, Nvidia juga telah menemukan “tambang emas” baru yang belum pernah mereka rambah sebelumnya. Dalam earnings call Q1-2026, Huang mengeklaim bahwa peluang pasar baru ini memiliki nilai mencapai 200 miliar dollar AS (sekitar Rp 3.400 triliun atau Rp 3,4 kuadriliun).
Jawabannya ternyata bukan dari lini GPU, melainkan produk unit prosesor (CPU) terbaru mereka yang diberi nama Vera. Jensen Huang mengeklaim Vera adalah “CPU pertama di dunia yang dibangun secara khusus untuk agentic AI“. Huang menegaskan bahwa dunia kini tengah bergeser dari AI generatif biasa menuju era agentic AI atau agen kecerdasan buatan otonom.
CEO Nvidia, Jensen Huang, juga baru-baru ini mengadakan makan malam bernilai triliunan dolar untuk para supplier AI Taiwan. Makan malam itu dihadiri oleh para chairmen dan presiden dari beberapa perusahaan AI server dan semikonduktor Taiwan.
Kesimpulan dari semua ini adalah bahwa Nvidia dan Jensen Huang sedang berada di pusat revolusi AI yang sedang berlangsung. Dengan produk-produk inovatif seperti Vera dan komitmen untuk mengembangkan teknologi AI, Nvidia siap untuk memimpin industri teknologi global menuju era baru.











