Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 25 Mei 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi bergerak variatif pada hari ini, didorong oleh kombinasi sentimen domestik dan global. IHSG dibuka menguat 25,60 poin atau 0,42 persen ke posisi 6.187,65. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 3,05 poin atau 0,49 persen ke posisi 623,49.
Beberapa emiten memasuki jadwal cum date dividen hari ini, termasuk TPIA yang membagikan dividen tunai sebesar Rp6,07341 per helai saham dengan dividend yield sekitar 0,3%. Disusul PT Saratoga Investama Sedaya (SRTG) yang juga membagikan dividen sebesar Rp103,3 per lembar saham dengan yield dividend mencapai 6,3%. Ada pula PT Gunung Raja Paksi (GGRP) yang berencana membagikan dividen Rp28 per saham dengan yield sebesar 8,5%.
Secara keseluruhan, IHSG berhasil ditutup menguat pada perdagangan kemarin, setelah sempat mengalami tekanan tajam dalam beberapa sesi sebelumnya. IHSG ditutup menguat 1,10% atau naik 67,104 poin ke level 6.162,045. Sebanyak 449 saham tercatat menguat, 251 saham melemah dan 118 saham stagnan.
Meski IHSG menguat, sejumlah saham masih mengalami tekanan cukup dalam. Saham PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) memimpin daftar top losers setelah anjlok 14,79% ke level Rp288. Selain ASPR, saham PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) turun 12,30% ke Rp328, disusul PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) yang melemah 12,26% ke Rp136.
Pelaku pasar diperkirakan akan mengantisipasi rebalancing indeks MSCI pada akhir bulan Mei ini, di tengah pekan perdagangan yang pendek. Selain itu, pelaku pasar diperkirakan akan lebih berhati-hati, di tengah ketidakjelasan implementasi berbagai kebijakan baru oleh pemerintah.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan tengah disusun untuk membuka kembali selat Hormuz, namun kantor berita Iran membantah klaim tersebut. Media pemerintah Iran melaporkan bahwa puluhan kapal telah melintasi Selat Hormuz di bawah pengawasan Iran.
Kesimpulan, IHSG berpotensi variatif pada hari ini, didorong oleh kombinasi sentimen domestik dan global. Beberapa emiten memasuki jadwal cum date dividen, termasuk TPIA dan WTON. Pelaku pasar diperkirakan akan mengantisipasi rebalancing indeks MSCI dan berhati-hati di tengah ketidakjelasan implementasi kebijakan baru oleh pemerintah.











