Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 24 Mei 2026 | Sebuah peristiwa nahas terjadi di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, ketika empat karyawan toko aksesoris ponsel ditemukan tidak berdaya di dalam sebuah ruko. Dua di antaranya dinyatakan meninggal dunia, sementara dua lainnya berhasil diselamatkan.
Insiden memilukan itu terjadi di ruko Indrapura ACC yang berada di Lingkungan III, Kelurahan Indrapura, Kecamatan Air Putih, Sabtu (23/5/2026). Peristiwa pertama kali terungkap sekitar pukul 12.30 WIB. Kecurigaan muncul ketika seorang rekan kerja korban datang untuk membuka toko, namun mendapati ruko masih tertutup rapat dan tidak ada respons dari dalam.
Sebelumnya, saksi bernama Dinda Selvira Manalu telah mencoba menghubungi salah satu korban sejak pukul 08.00 WIB, tetapi panggilan tersebut tidak direspons. Karena tidak ada tanda-tanda aktivitas di dalam ruko, pimpinan toko Edo Setiawan meminta bantuan warga untuk membuka paksa pintu.
Setelah berhasil dibuka, para korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di dalam ruangan. Dari empat korban yang ditemukan, dua di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Mereka adalah RR (24), warga Kota Tebing Tinggi, dan AA (22), warga Kabupaten Serdang Bedagai. Sementara itu, dua korban lainnya yakni M (22) dan DCA (17) berhasil diselamatkan dan langsung mendapatkan perawatan di RSUD Bidadari.
Kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kejadian. Namun, dugaan sementara mengarah pada keracunan asap mesin genset yang digunakan saat listrik padam. Penggunaan genset di dalam ruangan tertutup tanpa ventilasi yang memadai dapat menghasilkan gas beracun seperti karbon monoksida.
Sementara itu, wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) masih mengalami pemadaman listrik. Pemerintah Kota Padangsidimpuan mengaku telah berkoordinasi dengan PLN agar pemadaman dilakukan secara bergiliran. Pemko Padangsidimpuan masih mencari solusi untuk merealisasikan instruksi Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang meminta seluruh kepala daerah dan Forkopimda mendirikan electrical point atau titik layanan kelistrikan sementara untuk masyarakat.
Operasional penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu tetap berjalan normal. Direktur Operasi Angkasa Pura Aviasi, Dedi Sri Cahyono, mengatakan pasokan listrik dari PLN ke bandara sempat terhenti pada Jumat (22/5/2026) pukul 18.44 WIB lalu. Namun, telah kembali normal pada pukul 00.43 WIB.
Kondisi ini menimbulkan keprihatinan di masyarakat. Banyak warga yang mengeluhkan kesulitan akibat pemadaman listrik. Mereka merasa terganggu dengan kondisi ini dan berharap pemerintah dapat segera menyelesaikan masalah ini.
Dalam menghadapi kondisi ini, masyarakat diharapkan dapat tetap tenang dan waspada. Pemerintah dan PLN harus bekerja sama untuk menyelesaikan masalah ini dan menyediakan listrik yang cukup untuk masyarakat.











