Nasional

Jasa Marga dan Pembangunan Konektivitas di Indonesia

×

Jasa Marga dan Pembangunan Konektivitas di Indonesia

Share this article
Jasa Marga dan Pembangunan Konektivitas di Indonesia
Jasa Marga dan Pembangunan Konektivitas di Indonesia

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 24 Mei 2026 | Pembangunan konektivitas di Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan jalan tol, melainkan harus diperkuat dengan transportasi laut dan udara. Menurut Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, pendekatan pembangunan infrastruktur di Indonesia tidak dapat disamakan dengan negara-negara kontinental yang bertumpu pada jaringan darat.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan strategi konektivitas yang lebih komprehensif. Pembangunan tidak boleh Jawa sentris, karena Indonesia bukan negara kontinental. Oleh karena itu, pembangunan konektivitas tidak bisa menggunakan resep negara-negara kontinental.

Negara-negara seperti Amerika Serikat, China, India, hingga Rusia memiliki karakteristik wilayah daratan yang luas dan terhubung, sehingga pengembangan infrastruktur darat menjadi tulang punggung konektivitas. Sementara itu, Indonesia yang merupakan negara maritim dengan lebih dari 17.000 pulau memerlukan keseimbangan antara transportasi darat, laut, dan udara.

Menko AHY menekankan bahwa penguatan konektivitas antarpulau menjadi kunci untuk mendorong pemerataan pembangunan sekaligus menekan biaya logistik nasional. Tanpa sistem transportasi yang terintegrasi, distribusi barang dan jasa disebutnya akan tetap mahal dan menghambat pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.

Lebih lanjut, Menko AHY menyoroti pentingnya aspek keselamatan transportasi menyusul sejumlah kecelakaan yang terjadi belakangan ini, khususnya pada moda kereta api. Ia menegaskan bahwa perbaikan sistem dan penguatan aspek pengamanan harus menjadi prioritas.

Sementara itu, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menggelar Rakernis Fungsi Lalu Lintas 2026 dengan mengusung tema “Digitalisasi Layanan Polantas guna Mendukung Transformasi Polri Presisi Dalam Rangka Terwujudnya Asta Cita”. Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho menyampaikan, Korlantas Polri akan terus menjalankan arahan pimpinan Polri di bawah komando Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam berbagai aspek transformasi kelembagaan dan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, selain menjalankan tugas pokok dan fungsi dalam melindungi, mengayomi, serta melayani masyarakat, Korlantas juga memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan keamanan dan ketertiban lalu lintas. Korlantas Polri dan jajaran selain tupoksi melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat, tentunya harus mewujudkan lalu lintas yang aman, selamat, tertib, dan lancar.

Kolaborasi lima pilar tentunya kami selalu kolaborasi dan koordinasi di lapangan, ujar Agus. Dalam Rakernis Fungsi Lalu Lintas T.A 2026, Kakorlantas juga memaparkan lima agenda besar operasi lalu lintas yang akan dilaksanakan Korlantas Polri bersama stakeholder terkait.

Lima agenda besar operasi, yang pertama adalah Operasi Keselamatan, yang kedua adalah Operasi Ketupat yang sudah kita lewati, dan terima kasih atas kerjasamanya, Operasi Ketupat cukup berhasil, ungkapnya.

Di sisi lain, PT Jasa Marga (Persero) Tbk juga telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas layanan dan keselamatan di jalan tol. Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan A. Purwantono telah menerima penghargaan dari Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang atas kontribusinya dalam bidang hukum, pemerintahan, dan keamanan nasional.

Penghargaan tersebut diberikan dalam rangka peringatan Milad ke-63 FH Unissula dengan tema “Global Connection, Endless Innovation”. Rivan A. Purwantono menerima penghargaan sebagai “The Strategic Leader of National Impact”.

Dalam kesempatan tersebut, Fakultas Hukum Unissula juga meluncurkan buku handbook berjudul “Islamic Worldview and Law Study” dan buku “Kompilasi Orasi Ilmiah Guru Besar FH Unissula”. Buku handbook tersebut mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan ilmu pengetahuan hukum yang dibuat dalam tiga bahasa, yakni bahasa Indonesia, Inggris dan Arab.

Kesimpulan, pembangunan konektivitas di Indonesia memerlukan strategi yang komprehensif dan terintegrasi, tidak hanya mengandalkan jalan tol, tetapi juga transportasi laut dan udara. Penguatan aspek keselamatan transportasi dan perbaikan sistem juga menjadi prioritas. Korlantas Polri dan PT Jasa Marga juga telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas layanan dan keselamatan di jalan tol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *