PolitikDaerahKalimantan Barat

Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan Ungkap Kekayaan Rp4,7 Miliar, Tantang Gubernur Jawa Barat, dan Tekankan Etika WFH

×

Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan Ungkap Kekayaan Rp4,7 Miliar, Tantang Gubernur Jawa Barat, dan Tekankan Etika WFH

Share this article
Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan Ungkap Kekayaan Rp4,7 Miliar, Tantang Gubernur Jawa Barat, dan Tekankan Etika WFH
Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan Ungkap Kekayaan Rp4,7 Miliar, Tantang Gubernur Jawa Barat, dan Tekankan Etika WFH

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 14 April 2026 | Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Krisantus Kurniawan, kembali menjadi sorotan publik setelah mengumumkan total harta kekayaan sebesar Rp4,788,000,000 melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diserahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada akhir Maret 2026. Pengungkapan tersebut sekaligus menimbulkan perbincangan mengenai gaya hidup politikus, etika kerja, serta tantangan pembangunan infrastruktur di provinsi yang kaya sumber daya alam.

Krisantus, yang menjabat sejak 2021 dan sebelumnya pernah menjadi anggota DPR RI sejak 2019, menyatakan semua aset yang terdaftar merupakan kepemilikan pribadi. Rincian harta bergerak meliputi enam kendaraan bermotor dengan nilai total hampir Rp1 miliar, termasuk Toyota Yaris 2015 (Rp85 juta), Ford Ecosport 2014 (Rp110 juta), Honda Vario 2016 (Rp18 juta), Jeep Cherokee Trailhawk 2015 (Rp650 juta), serta Nissan Terrano/K3 Kingroad 2006 (Rp100 juta). Sementara harta tidak bergerak terdiri dari tanah dan bangunan seluas 200 meter persegi di Kota Pontianak dengan nilai Rp1,2 miliar.

Selain itu, laporan mencatat kas dan setara kas Krisantus mencapai Rp2,625,000,000, menjelaskan peningkatan nilai harta sebesar Rp925,000,000 dalam satu tahun terakhir. Pada laporan LHKPN tahun 2025, total kekayaan tercatat Rp3,863,000,000, menandakan pertumbuhan signifikan terutama pada komponen likuiditas.

  • Tanah & Bangunan: 200 m2 – Rp1,200,000,000
  • Kendaraan: Total Rp963,000,000
  • Kas & Setara Kas: Rp2,625,000,000

Di tengah pengungkapan aset tersebut, Krisantus juga menegaskan kebijakan internal bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kalbar yang masih menerapkan sistem kerja dari rumah (WFH). Dalam sebuah pernyataan tegas, ia memperingatkan para pegawai untuk tidak mengonsumsi kopi di luar kantor dan mengingatkan pentingnya kedisiplinan serta keamanan data selama bekerja secara virtual. “Jangan ngopi di luar, hati-hati!” ujar Krisantus dalam rapat internal, menekankan bahwa kebiasaan santai dapat berisiko bagi produktivitas dan integritas layanan publik.

Tantangan lain yang menjadi sorotan publik adalah pernyataan provokatif Krisantus kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Pada sebuah Musyawarah Perencanaan (Musrenbang) di Pendopo Bupati Sintang, 9 April 2026, ia menantang Dedi Mulyadi untuk “mencium lutut”nya jika gubernur Jawa Barat mampu menyelesaikan pembangunan jalan di Kalbar dengan anggaran APBD sebesar Rp6 triliun. Krisantus menegaskan bahwa selama Dedi mampu mengalokasikan dana sebesar itu, ia siap mengakui keberhasilan tersebut dengan gestur simbolik tersebut.

Reaksi Dedi Mulyadi belum secara resmi dikonfirmasi, namun pernyataan tersebut memicu perdebatan di media sosial dan kalangan politik. Beberapa menganggap tantangan itu sebagai strategi politis untuk menyoroti kesenjangan infrastruktur antara Kalbar dan Jawa Barat, sementara yang lain menilai aksi tersebut sebagai upaya mengalihkan perhatian publik dari isu-isu lain seperti transparansi kekayaan pejabat.

Pengungkapan kekayaan dan aksi provokatif Krisantus menambah dinamika politik di Kalimantan Barat, sebuah provinsi yang tengah berupaya memperkuat investasi infrastruktur, khususnya jalan raya yang masih terbatas. Pemerintah provinsi menargetkan peningkatan jaringan jalan total menjadi 6.000 kilometer pada akhir 2026, dengan harapan dapat memperlancar distribusi hasil pertanian dan tambang. Namun, realisasi proyek tersebut masih bergantung pada alokasi anggaran, kemitraan swasta, serta kemampuan koordinasi lintas kementerian.

Secara keseluruhan, profil publik Krisantus Kurniawan kini mencerminkan dua sisi penting: transparansi harta kekayaan yang sesuai dengan regulasi anti korupsi, serta pendekatan komunikatif yang kontroversial dalam menanggapi isu pembangunan. Bagaimana pemerintah Kalbar mengelola dana publik, serta respons pihak-pihak terkait terhadap tantangan simbolis tersebut, akan menjadi indikator utama bagi penilaian kinerja politikus ini ke depan.

Kesimpulannya, pengungkapan harta kekayaan Krisantus Kurniawan sebesar hampir Rp5 miliar, pernyataan tegas tentang etika kerja WFH, dan tantangan simbolik kepada Gubernur Jawa Barat menandai fase baru dalam dinamika politik regional. Ke depannya, masyarakat Kalbar menanti langkah konkret dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan serta akuntabilitas publik yang lebih tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *