OLAHRAGA

Kisah Diego Maradona dan Liga Yunani: Dari Kemenangan hingga Kontroversi

×

Kisah Diego Maradona dan Liga Yunani: Dari Kemenangan hingga Kontroversi

Share this article
Kisah Diego Maradona dan Liga Yunani: Dari Kemenangan hingga Kontroversi
Kisah Diego Maradona dan Liga Yunani: Dari Kemenangan hingga Kontroversi

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 20 Mei 2026 | Diego Maradona, salah satu pemain sepak bola terhebat sepanjang masa, memiliki karir yang penuh dengan kemenangan dan kontroversi. Salah satu momen paling kelam dalam karirnya terjadi pada Piala Dunia 1994, ketika ia ditemukan positif menggunakan efedrina.

Maradona telah mengalami masa-masa sulit sebelum Piala Dunia 1994. Ia telah dijatuhi denda oleh klubnya, Napoli, karena mangkir dari komitmen tim dan terlibat dalam skandal pribadi. Pada Januari 1991, Maradona dijatuhi denda sebesar 70 ribu dolar AS oleh Napoli karena meninggalkan latihan dan pertandingan.

Pada Maret 1991, Maradona gagal lolos tes doping setelah pertandingan Napoli versus Bari. Ia ditemukan positif menggunakan kokain, yang menyebabkan FIFA menjatuhkan sanksi larangan bermain selama 15 bulan. Maradona kemudian bergabung dengan Sevilla, tetapi ia kesulitan menemukan permainan terbaiknya setelah sanksi FIFA.

Pada tahun 1993, Maradona bergabung dengan Newell’s Old Boys, tetapi ia masih kesulitan menemukan permainan terbaiknya. Ia memiliki berat badan yang berlebihan, yang mencapai 82 kilogram. Namun, Maradona kemudian merekrut binaragawan Daniel Cerrini untuk membantunya menurunkan berat badan.

Maradona berhasil masuk skuad Argentina untuk Piala Dunia 1994, tetapi ia ditemukan positif menggunakan efedrina pada laga pembuka Grup D melawan Yunani. Ia kemudian dikeluarkan dari turnamen dan tidak pernah lagi bermain untuk tim nasional Argentina.

Sementara itu, Julian Nagelsmann, pelatih tim nasional Jerman, telah memutuskan untuk memasukkan Said El Mala ke dalam skuad Piala Dunia 2023. El Mala, yang berusia 19 tahun, belum pernah tampil dalam pertandingan internasional senior, tetapi ia telah menunjukkan performa yang impresif di musim Bundesliga yang baru saja berakhir.

El Mala telah mencetak 13 gol dan lima assist di musim Bundesliga, dan ia juga telah membawa tim U-21 Jerman meraih kemenangan dalam laga kualifikasi Euro melawan Yunani. Nagelsmann telah membenarkan keputusan ini dengan alasan bahwa El Mala belum mendapatkan cukup waktu bermain di klubnya, 1. FC Köln.

Kesimpulan, kisah Diego Maradona dan Liga Yunani merupakan contoh dari kemenangan dan kontroversi dalam sepak bola. Maradona telah mengalami masa-masa sulit dalam karirnya, tetapi ia tetap menjadi salah satu pemain sepak bola terhebat sepanjang masa. Sementara itu, El Mala telah menunjukkan performa yang impresif di musim Bundesliga dan telah dipilih oleh Nagelsmann untuk bergabung dengan skuad Piala Dunia 2023.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *