Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 20 Mei 2026 | Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan penundaan serangan militer terhadap Iran. Keputusan ini diambil setelah Trump menerima usulan baru dari Teheran dan desakan dari negara-negara Teluk, termasuk Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Menurut Trump, para pemimpin negara-negara Teluk tersebut percaya bahwa sebuah kesepakatan yang dapat diterima oleh AS akan tercapai. Trump juga menegaskan bahwa militer AS siap melancarkan serangan jika negosiasi gagal mencapai kesepakatan.
Penundaan serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran. Sebelumnya, AS telah melancarkan serangan udara terhadap Iran, yang kemudian dibalas oleh Teheran dengan meluncurkan drone dan rudal ke Israel dan target AS di negara-negara Teluk.
Iran diketahui masih memiliki banyak drone dan rudal yang dapat digunakan untuk melanjutkan serangan terhadap negara-negara tetangga, bandara, kilang petrokimia, dan bahkan instalasi desalinasi yang menyediakan air minum saat suhu musim panas di kawasan Teluk meningkat.
Komandan senior militer Iran, Mayor Jenderal Ali Abdollahi, menegaskan bahwa setiap agresi baru dari AS atau sekutunya akan dibalas dengan kekuatan luar biasa. Sementara itu, Penasihat senior untuk pemimpin tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menertawakan pendekatan AS dan menegaskan bahwa Teheran akan memaksa AS untuk mundur dan menyerah.
Trump juga menegaskan bahwa AS tidak akan melancarkan serangan yang dijadwalkan terhadap Iran, namun militer AS siap melancarkan serangan skala besar sepenuhnya terhadap Iran jika kesepakatan yang diterima tidak tercapai.
Kesimpulan dari peristiwa ini adalah bahwa penundaan serangan AS terhadap Iran menunjukkan adanya upaya diplomasi untuk menyelesaikan konflik antara kedua negara. Namun, masih banyak ketegangan yang belum terpecahkan, dan kemungkinan serangan balasan dari Iran masih tetap ada.











