Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 19 Mei 2026 | Hari ini, 10 Mei, merupakan hari yang spesial karena bertepatan dengan beberapa peristiwa penting. Namun, sebelum membahas tentang peristiwa-peristiwa tersebut, mari kita simak dulu tentang kalender Hijriah yang sedang ramai dibicarakan.
Kalender Hijriah memiliki sistem penghitungan yang berbeda dari kalender Masehi. Menyadur laman IAIN Tuban, kalender Masehi mendasarkan penghitungan pada peredaran Bumi mengitari Matahari, sementara kalender Hijriah mengacu pada peredaran Bulan mengitari Bumi. Kalender Masehi sendiri termasuk kategori kalender solar, sedangkan kalender Hijriah termasuk kategori kalender lunar.
Perbedaan acuan perhitungan tersebut membuat jumlah hari dalam setahun pada kedua kalender tersebut tak sama. Dijelaskan oleh seorang ahli ilmu falak NU, KH Shofiyulloh, kalender Masehi dalam menyatakan panjang satu tahunnya didasarkan siklus tropis Matahari, yaitu 365,2222 hari. Dalam setahun dibagi menjadi 12 bulan.
Sementara itu, kalender Hijriah memiliki panjang satu tahunnya berdasarkan 12 kali siklus sinodis bulan atau 12 kali fase bulan yang sama/hilal. Siklus sinodis Bulan bervariasi, rata-ratanya 29,53 hari. Sehingga umur Bulan dalam satu bulan Hijriah terkadang 29 hari, terkadang 30 hari.
Mengacu pada konversi kalender Hijriah 2026 yang disusun oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI, hari ini, Selasa 19 Mei 2026 bertepatan dengan tanggal 2 Dzulhijjah 1447 H. Diketahui, bulan Mei 2026 bertepatan dengan dua bulan Hijriah, yaitu Dzulqa’dah dan Dzulhijjah.
Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, jadwal libur nasional dan cuti bersama mulai menjadi perhatian masyarakat. Apalagi, momen Iduladha tahun ini berpotensi menghadirkan long weekend karena posisi tanggal merah yang berdekatan dengan akhir pekan.
Ketentuan mengenai libur nasional dan cuti bersama 2026 telah tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri. Dalam keputusan tersebut, Iduladha 1447 H ditetapkan sebagai salah satu hari libur nasional pada akhir Mei 2026.
Tak hanya itu, pemerintah juga menetapkan cuti bersama yang membuat masyarakat berpeluang menikmati waktu libur lebih panjang dibandingkan akhir pekan biasanya. Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan awal Dzulhijah 1447 Hijriah melalui sidang isbat.
Berdasarkan informasi tersebut, Hari Raya Iduladha 1447 H jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Jadwal tersebut juga sejalan dengan kalender libur nasional dan cuti bersama dalam SKB 3 Menteri.
Dengan adanya libur nasional dan cuti bersama tersebut, masyarakat memiliki waktu libur lebih panjang di penghujung Mei 2026. Libur Iduladha 2026 diperkirakan menjadi salah satu periode long weekend yang cukup panjang hingga awal Juni.
Selain itu, puasa Dzulhijjah 1447 Hijriah dilaksanakan pada Senin, 18 Mei 2026. Tanggal tersebut bertepatan dengan 1 Dzulhijjah 1447 H, momen istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak amal saleh sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Amalan ini memiliki banyak keutamaan yang dapat menjadi ladang pahala menjelang Hari Raya Idul Adha. Oleh karena itu, puasa Dzulhijjah termasuk ibadah sunnah yang dianjurkan untuk dilaksanakan pada periode 1 hingga 9 Dzulhijjah.
Meski demikian, masih banyak orang yang mempertanyakan apakah puasa ini wajib dilakukan selama sembilan hari berturut-turut atau terdapat ketentuan khusus yang perlu dipahami.
Dalam ajaran Islam, puasa Dzulhijjah pada dasarnya dapat dilaksanakan pada tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah, menjelang Hari Raya Idul Adha. Di sisi lain, menurut keterangan para ulama, puasa 9 hari penuh di awal Dzulhijjah merupakan amalan yang sangat dianjurkan karena merujuk pada kebiasaan mulia Rasulullah.
Kesimpulan, hari ini 10 Mei merupakan hari yang spesial karena bertepatan dengan beberapa peristiwa penting, seperti kalender Hijriah dan puasa Dzulhijjah. Oleh karena itu, mari kita simak dan pahami tentang kalender Hijriah dan puasa Dzulhijjah untuk memperbanyak amal saleh dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.











