Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 18 April 2026 | Nottingham Forest melanjutkan perjalanan bersejarahnya di kompetisi Eropa setelah berhasil menyingkirkan FC Porto dengan agregat 2-1 pada laga perempat final Liga Europa 2025/2026. Kemenangan ini menandai kembalinya sang klub ke babak semifinal pertama sejak era legendaris Brian Clough pada 1984, sekaligus mengukir momen emosional yang melibatkan pemain muda Elliot Anderson yang tengah berduka karena kehilangan ibunya.
Dalam leg pertama yang digelar di Braga, Porto menguasai tempo pertandingan namun gagal memanfaatkan peluang yang diciptakan. Kedua tim mencatatkan skor imbang 0-0, memaksa pertemuan penentuan di City Ground, Nottingham. Pada laga balik, Forest memanfaatkan keunggulan dukungan suporter untuk menorehkan gol tunggal melalui Morgan Gibbs-White pada menit ke-31. Gol tersebut dihasilkan setelah serangan terorganisir dari lini tengah, di mana Nicolás Domínguez memberikan umpan terobosan kepada Gibbs-White yang mengeksekusi tembakan dari luar kotak penalti.
Setelah gol tercipta, suasana stadion berubah menjadi lebih intens. Gibbs-White, yang sekaligus menjadi kapten tim, mengangkat kaus bertuliskan “Family first, we’re all with you” sebagai penghormatan kepada Elliot Anderson. Gestur tersebut menguatkan semangat pemain lain, meskipun mereka harus menghadapi sejumlah kendala fisik. Chris Wood mengalami cedera lutut setelah ditabrak oleh Jan Bednarek, yang kemudian menerima kartu merah langsung pada menit kedelapan. Murillo juga mengalami benturan ringan, sementara Callum Hudson-Odoi harus keluar dengan crutches karena cedera otot.
Pelatih Vitor Pereira memberikan penilaian optimis terhadap kondisi dua pemain yang cedera, menyatakan bahwa Wood dan Murillo diperkirakan siap kembali pada laga selanjutnya melawan Burnley. Namun, ia menegaskan bahwa Hudson-Odoi dipastikan absen beberapa minggu ke depan. “Saya bukan dokter, tapi saya rasa Chris dan Murillo tidak akan mengalami masalah serius. Callum, sayangnya, mengalami cedera otot yang membutuhkan waktu pemulihan,” ujar Pereira dalam konferensi pers pasca laga.
Strategi taktik Forest pada laga kedua menekankan tekanan tinggi dan pergerakan cepat di sayap. Neco Williams dan Igor Jesus menjadi ancaman konstan di sisi kiri, sementara William Gomes mencoba memanfaatkan ruang di area pertahanan Porto. Meskipun Porto sempat menekan lewat umpan silang Seko Fofana yang disambut oleh William Gomes, semua serangan tersebut hanya menghasilkan tembakan ke tiang gawang atau mistar, tanpa mengancam secara signifikan.
Keberhasilan Forest tidak lepas dari peran penting para pemain tengah. Domíquez, yang sebelumnya menjadi penggerak serangan, membantu menjaga keseimbangan antara serangan dan pertahanan. Di lini belakang, pertahanan yang dipimpin oleh Bednarek menunjukkan ketangguhan meski harus menelan kartu merah. Keputusan wasit Danny Makkelie untuk meninjau VAR dan mengeluarkan kartu merah pada Bednarek menjadi titik balik yang mengurangi tekanan lawan.
Kemenangan ini sekaligus menimbulkan pertanyaan mengenai prioritas klub antara kompetisi domestik dan internasional. Meski berada di posisi yang rawan relegasi di Premier League, Forest harus menyiapkan diri untuk menghadapi pertandingan krusial melawan Burnley pada minggu berikutnya. Pereira menekankan pentingnya memanfaatkan momentum kemenangan di Eropa untuk mengembalikan kepercayaan diri dalam laga liga, terutama mengingat beban jadwal yang padat.
Berikut rangkuman statistik utama pertandingan:
- Skor akhir: Nottingham Forest 1-0 FC Porto (agregat 2-1)
- Gol: Morgan Gibbs-White (menit 31)
- Kartu merah: Jan Bednarek (Porto) – menit 8
- Cedera: Chris Wood (lutut), Murillo (keseleo), Callum Hudson-Odoi (otot)
- Possession: Forest 58%, Porto 42%
- Tembakan ke gawang: Forest 7, Porto 5
Selain aspek teknis, kemenangan ini menjadi simbol kebangkitan emosional tim. Dukungan kepada Elliot Anderson, yang bermain dengan hati di lapangan meski keluarganya tengah berduka, menciptakan ikatan yang kuat di antara pemain. Gibbs-White, yang mengangkat kaus dukungan, menegaskan bahwa “Keluarga adalah yang terpenting, kami semua bersamamu”. Pesan tersebut menggema di antara suporter dan menambah kedalaman narasi kemenangan.
Dengan melaju ke semifinal, Nottingham Forest akan bertemu dengan Aston Villa, lawan sekutu Inggris yang juga berhasil menembus empat besar Liga Europa. Pertarungan dua tim Inggris ini diprediksi akan menjadi laga yang menegangkan, mengingat kedua klub tengah berjuang keras untuk mengamankan tempat di kompetisi Eropa sekaligus melawan ancaman degradasi di liga domestik.
Secara historis, keberhasilan Forest menandai pencapaian terbesar mereka di panggung Eropa dalam 42 tahun terakhir. Era Brian Clough yang pernah meraih dua gelar Piala Champions Eropa kini menjadi inspirasi bagi generasi baru, sementara Vitor Pereira berambisi menulis babak baru dalam sejarah klub. Jika Forest dapat mempertahankan performa ini, mereka tidak hanya akan mengukir prestasi di tingkat kontinental tetapi juga memperkuat posisi mereka dalam perebutan poin Premier League.
Kesimpulannya, kemenangan dramatis atas Porto tidak hanya memperpanjang mimpi Eropa Nottingham Forest, tetapi juga menegaskan nilai kebersamaan, keberanian, dan ketangguhan di tengah tekanan kompetitif. Tantangan selanjutnya meliputi menjaga kebugaran pemain, mengatasi jadwal padat, dan menyiapkan diri menghadapi Aston Villa di semifinal yang menjanjikan aksi spektakuler.











