Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 22 Juni 2026 | Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Salah satu upaya tersebut adalah dengan membuka peluang pendidikan berkualitas melalui berbagai program, seperti Wajib Belajar 13 Tahun, peningkatan kualitas pengajaran dan pembelajaran, serta pengembangan vokasi.
Baru-baru ini, DPR menyetujui usulan tambahan anggaran Kemendikdasmen senilai Rp40,75 triliun. Anggaran ini akan digunakan untuk mendukung program-program prioritas yang belum terakomodasi secara maksimal, seperti Wajib Belajar 13 Tahun, kualitas pengajaran dan pembelajaran, pendidikan vokasi, kebahasaan dan kesastraan, serta dukungan manajemen.
Selain itu, Kemendikdasmen juga memiliki perhatian besar terhadap program digitalisasi pembelajaran, Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), peningkatan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru, pembelajaran mendalam (deep learning), koding dan kecerdasan artifisial (AI), pengembangan talenta dan prestasi peserta didik, Tes Kemampuan Akademik (TKA), dan penguatan karakter melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Kemendikdasmen juga mengungkap hasil kemampuan literasi dan numerasi siswa SD hingga SMA berdasarkan Rapor Pendidikan 2025. Rapor Pendidikan menampilkan kondisi satuan pendidikan berdasarkan data dari hasil asesmen dan survei-survei nasional yang melibatkan sekolah dan Pemerintah Daerah.
Di samping itu, pemerintah juga membuka rekrutmen penggerak HAM (Hak Asasi Manusia) sebagai bagian dari pelaksanaan Program Desa/Kelurahan/Kampung Sadar HAM. Pendaftaran dilakukan secara daring pada laman resmi KemenHAM.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menegaskan pentingnya keberadaan Sekolah Rakyat sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen negara untuk memastikan setiap anak memperoleh hak yang sama dalam mengakses pendidikan yang layak.
Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 juga menyediakan jalur prestasi sebagai kesempatan bagi siswa yang memiliki prestasi akademik maupun nonakademik untuk melanjutkan pendidikan ke SMA negeri. Calon peserta didik perlu mempersiapkan dokumen persyaratan dan mengetahui jenis prestasi yang diakui, alur pendaftaran, hingga jadwal pelaksanaan yang berlaku di daerahnya.
Kesimpulan, Kemendikdasmen terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia melalui berbagai program dan kegiatan. Dengan demikian, diharapkan pendidikan di Indonesia dapat lebih berkualitas dan merata, sehingga dapat membantu menciptakan generasi yang cerdas, terdidik, dan berdaya saing tinggi.











