Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 25 Mei 2026 | Flotilla Global Sumud 2.0 yang berisi aktivis kemanusiaan dari berbagai negara, termasuk Indonesia, telah menjadi korban kekerasan dan penyiksaan oleh pasukan Israel. Misi kemanusiaan ini bertujuan untuk menerobos blokade Israel terhadap Gaza dan menyalurkan bantuan kemanusiaan.
Menurut laporan dari beberapa sumber, aktivis-aktivis ini mengalami perlakuan yang sangat tidak manusiawi, termasuk penyiksaan fisik, pelecehan seksual, dan penahanan yang tidak adil. Beberapa aktivis bahkan dilaporkan mengalami cedera serius dan harus dirawat di rumah sakit.
Pemerintah Malaysia telah mengumumkan bahwa mereka akan membawa kasus ini ke Mahkamah Internasional (ICJ) dan menuntut Israel untuk bertanggung jawab atas tindakan kekerasan dan penyiksaan terhadap aktivis-aktivis ini.
Kisah penyiksaan dan perlawanan ini telah memicu kemarahan dan kepedulian di seluruh dunia. Banyak negara dan organisasi internasional telah mengecam tindakan Israel dan menuntut agar mereka menghentikan blokade terhadap Gaza dan mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk.
Melalui kisah ini, kita dapat melihat betapa pentingnya perjuangan untuk hak asasi manusia dan kemanusiaan. Kita harus terus mendukung dan memperjuangkan hak-hak orang-orang yang terpinggirkan dan teraniaya, seperti rakyat Gaza yang telah menderita selama bertahun-tahun akibat blokade Israel.











