Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 17 April 2026 | Jakarta, 17 April 2026 – Mantan news anchor Zeda Salim kembali menapaki karier televisi setelah melewati serangkaian cobaan yang menguji ketahanan mental dan fisiknya. Pada usia pertengahan tiga puluhan, Zeda mengungkapkan perjuangan melawan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) serta pelecehan seksual yang sempat mengantarkannya ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Keputusan mengubah penampilan, termasuk melepas hijab, merupakan langkah strategis untuk menafkahi anak dan orang tua yang sudah lanjut usia.
Dalam wawancara eksklusif di studio Trans TV, Mampang Prapatan, Zeda menjelaskan bahwa selama 16 tahun ia harus menanggung beban membesarkan anak tunggal tanpa dukungan pasangan. “Saya pernah berada di titik terendah, hingga harus dirawat di rumah sakit jiwa selama beberapa bulan. Sekarang saya masih menjalani terapi rutin dengan psikolog dan psikiater,” ujar Zeda dengan nada lirih namun penuh harapan.
Trauma yang dialami bukan hanya bersifat fisik, melainkan juga psikis. Zeda menyebut bahwa setiap kali laki-laki muncul dalam hidupnya, baik sebagai mantan suami maupun orang lain, dampaknya selalu berujung pada kerusakan mental dan fisik. “Kemarin-kemarin hidup saya dihancurkan terus sama laki-laki. Akhirnya saya harus mencari cara untuk bangkit demi anak saya,” ujarnya.
Tekanan finansial menjadi pendorong utama bagi Zeda untuk kembali ke dunia hiburan. Anak yang kini menginjak usia remaja memerlukan biaya pendidikan, sementara orang tua Zeda sudah menua dan membutuhkan perawatan. “Saya harus bekerja keras lagi sekarang. Jika Allah meridakan, saya berharap dapat menemukan karier yang menopang kebutuhan keluarga,” kata Zeda sambil menegaskan pentingnya doa dalam proses pengambilan keputusan.
Langkah paling mencolok dari Zeda adalah keputusan untuk melepas hijab. Ia menjelaskan bahwa perubahan penampilan bukan sekadar estetika, melainkan upaya untuk memperluas peluang kerja di industri televisi. Sebelum memutuskan, Zeda melakukan salat istikharah dan memohon petunjuk Allah. “Dua atau tiga hari setelah salat istikharah, seorang direktur rumah produksi menghubungi saya dan menawarkan program investigasi di TV nasional,” ia mengungkapkan, menekankan bahwa tawaran tersebut dianggap sebagai jawaban doa.
Selain perubahan gaya berpakaian, Zeda juga berhasil menurunkan berat badan sebanyak 22 kilogram, dari 80 kilogram menjadi 58 kilogram. Transformasi fisik ini ia sebut sebagai bentuk self‑love dan upaya mengembalikan kepercayaan diri setelah masa-masa kelam. “Saya lebih fokus pada perawatan diri, olahraga, dan pola makan yang sehat,” jelasnya.
Proses pemulihan mental Zeda tidak berakhir pada perawatan medis semata. Ia rutin mengikuti sesi psikoterapi, mengadopsi teknik relaksasi, dan menulis jurnal harian untuk mengekspresikan perasaan terdalam. Zeda menekankan pentingnya dukungan sosial, baik dari keluarga, sahabat, maupun komunitas yang peduli terhadap isu KDRT dan kesehatan mental.
Berikut rangkuman langkah‑langkah pemulihan yang Zeda terapkan:
- Terapi reguler dengan psikolog dan psikiater untuk mengatasi trauma psikis.
- Partisipasi dalam program rehabilitasi di RSJ yang memberikan penanganan intensif.
- Rutinitas olahraga dan diet seimbang untuk menurunkan berat badan dan meningkatkan kebugaran.
- Doa dan salat istikharah sebagai penenang hati serta sumber motivasi spiritual.
- Aktivitas menulis jurnal harian untuk memproses emosi.
- Membangun jaringan profesional di dunia televisi untuk memulihkan karier.
Kisah Zeda Salim menjadi contoh nyata bahwa perempuan dapat mengatasi trauma berat dan kembali berdiri kuat di tengah tekanan sosial. Pesan utama yang ia sampaikan kepada perempuan lain yang mengalami KDRT adalah jangan menyerah, terus berjuang, dan percayakan proses pemulihan kepada Allah serta tenaga profesional.
Dengan dukungan keluarga, terapi yang tepat, dan keberanian mengambil keputusan penting seperti mengubah penampilan, Zeda kini menatap masa depan dengan optimisme. Ia berharap dapat menjadi inspirasi bagi banyak perempuan yang sedang berjuang melawan kekerasan dalam rumah tangga dan mencari cara untuk menegakkan kembali kehidupan mereka.











