OLAHRAGA

Sassuolo vs Como: Duel Kandang di Mapei Stadium Menentukan Nasib Liga Champions

×

Sassuolo vs Como: Duel Kandang di Mapei Stadium Menentukan Nasib Liga Champions

Share this article
Sassuolo vs Como: Duel Kandang di Mapei Stadium Menentukan Nasib Liga Champions
Sassuolo vs Como: Duel Kandang di Mapei Stadium Menentukan Nasib Liga Champions

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 17 April 2026 | Pertandingan lanjutan Serie A 2025/2026 antara Sassuolo dan Como dijadwalkan pada Jumat, 16 April 2026, pukul 23.30 WIB di Stadion Mapei. Kedua tim masuk ke laga ini dengan ambisi yang jelas: Sassuolo ingin mengamankan posisi sepuluh besar atau bahkan menembus zona sembilan, sementara Como berjuang keras untuk mempertahankan langkah menuju tempat di Top 4 demi tiket Liga Champions musim depan.

Sassuolo, yang dilatih oleh Fabio Grosso, menempati posisi ke‑11 dengan 42 poin dari 32 pertandingan. Performanya belakangan ini tidak konsisten; lima laga terakhir hanya menghasilkan satu kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan. Namun, rekor kandang tetap kuat dengan tiga kemenangan dalam empat pertemuan terakhir di Mapei Stadium, termasuk tujuh gol yang tercipta. Ketiadaan Domenico Berardi karena kartu merah menjadi titik lemah, sehingga pelatih Grosso harus mengandalkan skuat yang dipimpin oleh kapten timnas Indonesia, Jay Idzes, di lini pertahanan.

Di sisi lain, Como 1907, dipimpin oleh mantan bintang Inggris Cesc Fàbregas, berada di urutan kelima dengan 58 poin, hanya terpaut satu poin dari Juventus yang menempati posisi keempat. Tim Fabregas menunjukkan performa tandang yang luar biasa, belum terkalahkan dalam semua kompetisi sepanjang tahun ini. Meski baru saja mengalami kekalahan tipis 3‑4 melawan Inter Milan pada 14 April, Como tetap menjadi ancaman serius berkat serangan tajam yang menghasilkan 5‑0 atas Pisa pada 22 Maret.

Berikut perkiraan susunan pemain yang diharapkan muncul pada laga tersebut:

  • Sassuolo (4‑3‑3): Arijanet Muric; Sebastian Walukiewicz, Jay Idzes, Tarik Muharemovic, Ulisses Garcia; Ismael Kone, Nemanja Matic, Kristian Thorstvedt; Cristian Volpato, Andrea Pinamonti, Armand Lauriente. Pelatih: Fabio Grosso.
  • Como (4‑2‑3‑1): Jean Butez; Ivan Smolcic, Marc‑Oliver Kempf, Jacobo Ramón, Álex Valle; Máximo Perrone, Lucas Da Cunha; Assane Diao, Nico Paz, Martin Baturina; Anastasios Douvikas. Pelatih: Cesc Fabregas.

Analisis taktis menunjukkan bahwa Sassuolo akan mengandalkan serangan sayap melalui Volpato dan Pinamonti, didukung oleh kreativitas Matic di tengah. Pertahanan akan bergantung pada kerja keras Idzes dan Muharemovic, yang harus menutup ruang bagi penyerang cepat Como. Sementara itu, Como mengadopsi formasi lebih defensif dengan dua gelandang tengah yang menahan serangan, namun mengandalkan kecepatan Diao dan Baturina di sisi sayap untuk menyuplai Douvikas di depan gawang.

Statistik pertemuan langsung dua tim ini mencatat Sassuolo unggul dalam tiga pertemuan terakhir, namun Como berhasil mencuri poin penting di beberapa laga tandang. Kelebihan Como terletak pada efektivitas serangan balik, sementara Sassuolo lebih mengandalkan penguasaan bola di tengah lapangan. Kedua tim memiliki motivasi tinggi: Sassuolo ingin menambah tiga poin penting di rumah, sedangkan Como ingin memperkecil jarak dengan Juventus dan mengamankan posisi di zona Liga Champions.

Faktor kunci yang dapat memengaruhi hasil akhir antara lain:

  1. Kondisi fisik Jay Idzes, yang menjadi andalan pertahanan Sassuolo. Penampilan solidnya dapat mengurangi peluang serangan lewat Como.
  2. Kreativitas Nemanja Matic dalam mengatur tempo permainan dan memberi umpan-umpan terobosan.
  3. Keberhasilan Cesc Fabregas menstabilkan lini tengah Como, terutama dalam transisi cepat dari bertahan ke menyerang.
  4. Efektivitas penyerang Como, khususnya Nico Paz dan Martin Baturina, dalam memanfaatkan ruang di belakang pertahanan Sassuolo.

Jika Sassuolo mampu menahan tekanan dan memanfaatkan keunggulan kandang, mereka berpeluang meraih tiga poin penting yang dapat mengangkat mereka ke posisi sepuluh. Sebaliknya, Como harus mengandalkan serangan balik yang cepat dan disiplin defensif untuk mengamankan setidaknya satu poin, yang tetap cukup untuk menjaga posisi mereka di zona Champions.

Secara keseluruhan, laga ini menjanjikan pertarungan taktik antara dua pelatih yang memiliki filosofi berbeda: Fabio Grosso dengan pendekatan menyerang berani, dan Cesc Fabregas yang menekankan kontrol permainan serta serangan balik. Penonton dapat menyaksikan aksi menegangkan pada Jumat malam, dengan harapan kedua tim menampilkan sepak bola kelas dunia yang layak menghiasi Serie A.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *