Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 15 Mei 2026 | Timnas Indonesia U-17 gagal melaju ke Piala Dunia U-17 2026 setelah kalah dari UEA 3-2 di grup C Piala Asia U-17 2026. Kegagalan ini mendapat sorotan tajam dari pengamat sepak bola nasional, Bung Ropan. Ia menyebut kualitas tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto sangat jauh dibanding generasi yang sebelumnya ditangani Nova Arianto.
Bung Ropan menilai penampilan Garuda Muda di Piala Asia U-17 2026 menunjukkan adanya penurunan kualitas yang cukup mencolok dibanding skuad sebelumnya. Ia juga menilai Timnas U-17 saat ini terlalu bergantung pada beberapa pemain diaspora seperti Matthew Baker dan Mike Rajasa.
Menurut Bung Ropan, generasi Timnas U-17 era Nova Arianto memiliki kualitas yang lebih kompetitif saat tampil di Piala Dunia U-17 sebelumnya. Kala itu Indonesia mampu memberi perlawanan sengit kepada tim-tim besar meski berada di grup sulit.
Bung Ropan mendorong PSSI untuk melakukan evaluasi serius terhadap pembinaan usia muda di Indonesia, termasuk menggulirkan kompetisi berjenjang untuk kelompok usia muda agar kualitas pemain bisa berkembang secara konsisten.
Sementara itu, Deltras FC kembali meraih lisensi dari Asian Football Confederation (AFC) untuk musim 2025/2026. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen klub, mulai dari pengembangan akademi, peningkatan fasilitas, tata kelola keuangan, hingga penyiapan sumber daya manusia yang kompeten.
Kesimpulan dari kegagalan Timnas Indonesia U-17 dan keberhasilan Deltras FC adalah bahwa pembinaan usia muda di Indonesia masih memerlukan perhatian serius dari PSSI. Dengan melakukan evaluasi dan perbaikan, diharapkan kualitas pemain Indonesia dapat berkembang secara konsisten dan mampu bersaing di level internasional.









