Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 14 Mei 2026 | Musim 2025/2026 menjadi salah satu periode paling sulit bagi Real Madrid. Klub raksasa Spanyol itu gagal memenuhi ekspektasi setelah tersingkir dari berbagai kompetisi penting dan kehilangan gelar LaLiga dari rival abadinya, FC Barcelona.
Kondisi tersebut membuat banyak pihak mulai mempertanyakan arah permainan Real Madrid, termasuk performa sejumlah pemain bintang. Nama yang paling sering mendapat sorotan adalah Kylian Mbappe. Penyerang asal Prancis itu datang ke Santiago Bernabeu pada 2024 dengan status sebagai salah satu pemain terbaik dunia.
Namun hingga kini, Mbappe belum mampu memberikan trofi besar yang diharapkan para pendukung Los Blancos. Situasi makin rumit karena muncul kabar mengenai hubungan antarpemain yang mulai tidak harmonis di ruang ganti. Dikutip dari media Spanyol Marca.com, atmosfer tim memanas setelah serangkaian hasil buruk yang dialami Madrid sepanjang musim.
Sorotan terhadap Mbappe semakin tajam setelah performa mantan klubnya, Paris Saint-Germain, justru meningkat usai ditinggalkan. PSG berhasil meraih gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub dan kembali tampil impresif musim ini. Kondisi itu membuat sebagian pengamat mulai mempertanyakan apakah Mbappe benar-benar mampu menjadi pusat permainan dalam tim besar yang dipenuhi pemain bintang.
Salah satu kritik keras datang dari pengamat sepak bola Argentina Jorge D’Alessandro. Dalam acara El Chiringuito, dia menilai Mbappe belum berhasil membangun kerja sama yang solid dengan pemain-pemain besar di sekitarnya. Sementara itu, mantan pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, membantah kabar soal para pemain Madrid sulit diatur oleh pelatih.
Ancelotti menegaskan dirinya tidak pernah mengalami masalah kedisiplinan selama dua periode menangani Los Blancos. Menurutnya, isu mengenai ruang ganti Madrid sudah dibesar-besarkan. Ancelotti juga menekankan bahwa komunikasi dengan pemain sangat penting untuk membangun pemahaman bersama di dalam skuad.
Real Madrid masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki kondisi mereka di musim depan. Namun, mereka harus segera menemukan solusi untuk masalah internal yang sedang dihadapi. Dengan demikian, mereka dapat kembali menjadi tim yang kuat dan kompetitif di kancah sepak bola Spanyol dan Eropa.











