OLAHRAGA

Asisten Pelatih Timnas Indonesia Ungkap Rencana Persiapan Intensif Jelang Piala AFF 2026 dan FIFA Matchday

×

Asisten Pelatih Timnas Indonesia Ungkap Rencana Persiapan Intensif Jelang Piala AFF 2026 dan FIFA Matchday

Share this article
Asisten Pelatih Timnas Indonesia Ungkap Rencana Persiapan Intensif Jelang Piala AFF 2026 dan FIFA Matchday
Asisten Pelatih Timnas Indonesia Ungkap Rencana Persiapan Intensif Jelang Piala AFF 2026 dan FIFA Matchday

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 17 April 2026 | Simon Grayson, asisten pelatih Timnas Indonesia, baru-baru ini mengungkap detail rencana persiapan tim menjelang turnamen Piala AFF 2026 serta agenda penting FIFA Matchday. Ungkapan Grayson menegaskan bahwa proses persiapan tidak hanya berfokus pada aspek teknis, melainkan juga pada pembangunan mental juara yang menjadi pondasi bagi target jangka panjang, yakni Piala Asia 2027.

Piala AFF 2026 dijadwalkan berlangsung pada bulan Juli hingga Agustus 2026. Timnas Indonesia tergabung dalam Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, serta pemenang laga play‑off antara Brunei Darussalam dan Timor Leste. Grup ini dipandang menantang, terutama karena kehadiran tim kuat Vietnam yang sudah berpengalaman di kompetisi regional.

Dalam upaya mengoptimalkan performa, pelatih kepala John Herdman bersama asistennya merancang serangkaian pemusatan latihan (TC) khusus. Menurut Grayson, TC pertama dijadwalkan pada bulan Juni 2026, tepat sebelum rangkaian pertandingan FIFA Series 2026. TC kedua akan dilaksanakan pada minggu‑minggu menjelang pembukaan Piala AFF, memberikan kesempatan bagi pemain untuk menyatu secara taktis dan fisik. Setelah AFF, fokus kembali bergeser ke persiapan Piala Asia 2027, sehingga kalender latihan dirancang secara berurutan dan tidak tumpang tindih.

Selain program latihan, Herdman menekankan pentingnya mentalitas kompetitif. “Kami ingin pemain memiliki pola pikir yang selalu mengejar kemenangan, tak peduli di mana mereka bertanding,” ujar Herdman dalam sebuah pernyataan. Grayson menambahkan, “Kemenangan bukan hanya soal skor, melainkan bagaimana tim menampilkan konsistensi, disiplin, dan keberanian di setiap fase pertandingan.”

Namun, persiapan ini dihadapkan pada tantangan signifikan: sejumlah pemain bintang yang berkarier di liga Eropa diperkirakan absen karena konflik jadwal dan status Piala AFF yang bukan agenda resmi FIFA. Daftar pemain yang kemungkinan tidak dapat dipanggil meliputi:

  • Jay Idzes – bek kapten tim yang saat ini bermain untuk Sassuolo (Serie A, Italia).
  • Kevin Diks – bek tangguh yang berlabuh di Bundesliga (Jerman) dan dikenal rawan cedera.
  • Maarten Paes – kiper utama Ajax (Belanda) yang menjadi andalan klubnya di kompetisi domestik dan Eropa.

Kehilangan tiga pilar utama tersebut memaksa Herdman untuk menggantungkan harapan pada talenta lokal. Pemain-pemain yang sebelumnya berkontribusi sebagai pengganti di liga domestik kini mendapatkan peluang lebih besar untuk tampil di panggung internasional. Grayson menegaskan bahwa proses seleksi telah memperhatikan kondisi kebugaran, konsistensi performa di Liga 1, serta kemampuan beradaptasi dengan sistem permainan yang diterapkan oleh pelatih.

Dari sisi taktik, Herdman berencana mengimplementasikan formasi 4‑3‑3 yang fleksibel, memanfaatkan kecepatan sayap lokal serta kreativitas gelandang tengah. Dengan menekankan pressing tinggi dan transisi cepat, tim diharapkan dapat menyeimbangkan pertahanan yang solid meski tanpa kehadiran bek berpengalaman dari luar negeri. Pada sisi serangan, pemain sayap seperti Rizky Dwi Pangestu dan Muhammad Iqbal diharapkan menjadi penyerang utama, didukung oleh striker muda yang menunjukkan kemampuan mencetak gol di kompetisi domestik.

Persiapan mental juga menjadi bagian tak terpisahkan. Selama TC, para pemain akan menjalani sesi psikologis yang dipandu oleh konsultan kebugaran mental, dengan tujuan menumbuhkan rasa percaya diri dan ketangguhan dalam menghadapi tekanan. Grayson menjelaskan bahwa latihan ini mencakup simulasi situasi kritis, seperti menghadapi tim yang menguasai bola atau bermain di atas tekanan penonton.

Melihat ke depan, keberhasilan di Piala AFF 2026 dipandang sebagai batu loncatan penting menuju Piala Asia 2027. Herdman menegaskan bahwa setiap pelajaran yang didapat di AFF akan langsung diintegrasikan ke dalam program persiapan AFC, terutama dalam hal pengembangan pemain muda dan penyesuaian taktik melawan tim‑tim Asia Timur.

Kesimpulannya, rencana persiapan Timnas Indonesia yang dipaparkan Simon Grayson menekankan kombinasi antara pemusatan latihan terstruktur, fokus pada mental juara, serta adaptasi taktik menghadapi keterbatasan skuad akibat absennya pemain abroad. Jika eksekusi berjalan lancar, Garuda berpeluang menunjukkan performa kompetitif di Piala AFF 2026, sekaligus menyiapkan fondasi kuat untuk kompetisi Piala Asia 2027.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *