Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 17 April 2026 | Hugo Ekitike, penyerang asal Prancis berusia 23 tahun, harus menelan kepahitan setelah mengalami robekan tendon Achilles pada laga perempat final Liga Champions antara Liverpool dan Paris Saint-Germain (PSG) di Anfield pada Selasa (14/4/2026). Insiden terjadi kurang dari setengah jam pertama pertandingan ketika Ekitike terjatuh tanpa kontak dan harus dikeluarkan dari lapangan dengan tandu. Diagnosis medis mengonfirmasi ruptur Achilles yang mengharuskan pemain absen hingga akhir musim dan menyingkirkan peluangnya berpartisipasi di Piala Dunia 2026.
Menurut pernyataan resmi Liverpool FC yang dirilis pada Kamis pagi, pemain tersebut “akan sidelined untuk sisa minggu-minggu musim klub dan tidak dapat berpartisipasi di Piala Dunia musim panas bersama Prancis.” Klub menegaskan bahwa Ekitike akan menerima dukungan penuh selama proses rehabilitasi. Pelatih Liverpool, Arne Slot, mengakui keparahan cedera dan menyatakan, “Cedera itu tidak terlihat bagus, dan ini sangat berat bagi Hugo, terutama pada fase krusial musim ini.”
Reaksi dari dunia sepak bola tak hanya datang dari Liverpool. Mantan penyerang Aston Villa, Gabriel Agbonlahor, yang pernah mengalami cedera serupa, memberikan komentar di talkSPORT. Ia mengingatkan, “Saya pernah mengalami cedera Achilles saat bermain badminton; rasa sakitnya muncul belakangan, dan proses rehabilitasi sangat berat. Jika beruntung, pemulihan bisa memakan waktu sembilan bulan atau lebih.”
Timnas Prancis juga mengonfirmasi absennya Ekitike dari skuad Piala Dunia. Didier Deschamps, pelatih Les Bleus, menyatakan, “Hugo mengalami cedera serius pada Selasa malam melawan PSG. Keparahan cedera ini membuatnya tidak bisa menyelesaikan musim bersama Liverpool dan tidak dapat berpartisipasi di Piala Dunia. Kekecewaannya sangat besar, namun kami yakin dia akan kembali ke performa terbaiknya.”
Di media sosial, Ekitike menulis pesan emosional kepada para pendukung Anfield, “Ini sulit, mungkin bahkan tidak adil… tetapi saya bersyukur ini terjadi di sini, bersama kalian. Saya tidak sendiri. Kekuatan dan cinta kalian akan menjadi dorongan bagi saya. Sampai jumpa lagi segera, Anfield.”
Secara statistik, Ekitike telah mencatat 17 gol dan enam assist dalam debutnya bersama Liverpool, menjadikannya salah satu kontributor utama dalam kampanye klub yang bergejolak. Selain itu, ia baru-baru ini menorehkan dua gol dalam delapan penampilan untuk timnas Prancis, menunjukkan tren peningkatan performa di level internasional.
Berikut perkiraan tahapan pemulihan berdasarkan pendapat medis dan pengalaman pemain lain yang mengalami cedera serupa:
- 0-3 bulan: Fase awal pasca operasi, fokus pada mengurangi pembengkakan dan mengembalikan mobilitas ringan.
- 4-6 bulan: Terapi fisik intensif, penguatan otot betis, serta latihan beban ringan.
- 7-9 bulan: Latihan kelincahan, sprint ringan, dan simulasi gerakan sepak bola.
- 10-12 bulan: Kembali ke latihan tim penuh, termasuk latihan taktik dan pertandingan persahabatan.
Jika proses rehabilitasi berjalan sesuai rencana, Ekitike dapat kembali beraksi pada awal musim 2027/2028, meski kepastian tetap bergantung pada respons tubuhnya terhadap terapi.
Kehilangan Ekitike memberi tekanan tambahan pada skuad Liverpool yang telah berjuang melawan cedera pemain kunci lainnya, seperti bek muda Giovanni Leoni dan fullback Conor Bradley. Manajer Arne Slot kini harus mengandalkan penyerang lain, termasuk Alexander Isak yang baru kembali dari cedera kaki, untuk menutupi kekosongan di lini serang.
Di sisi lain, Timnas Prancis harus menyesuaikan strategi ofensif menjelang Piala Dunia. Dengan Ekitike tak dapat diandalkan, Didier Deschamps diperkirakan akan memperkuat peran pemain seperti Kylian Mbappé, Olivier Giroud, dan pemain muda lainnya untuk mengisi celah yang ditinggalkan.
Kesimpulannya, cedera Achilles Hugo Ekitike bukan hanya menjadi pukulan pribadi bagi sang pemain, melainkan juga memengaruhi dinamika Liverpool dalam kompetisi domestik serta peluang Les Bleus di turnamen internasional terbesar. Dukungan moral dari rekan setim, pelatih, dan para pendukung menjadi faktor penting dalam proses pemulihan yang diperkirakan memakan waktu setidaknya sembilan bulan, dengan harapan Ekitike kembali menunjukkan kelasnya di panggung global.









