Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 17 April 2026 | Babak kedua perempat final UEFA Conference League antara AEK Athens dan Rayo Vallecano menjadi sorotan utama pekan ini. Setelah menelan kekalahan tipis 2-1 di markas Rayo, sang tamu asal Yunani tetap melaju ke semifinal berkat keunggulan agregat 3-2 yang didapat dari leg pertama.
Leg pertama yang digelar di Stadion OPAP Arena, Athena, memperlihatkan dominasi AEK yang mampu mencetak tiga gol tanpa balas. Gol-gol tersebut datang melalui aksi kolektif Orbelín Pineda yang membuka skor lewat tembakan jarak menengah, dilanjutkan dua gol krusial dari striker veteran Vasilis Lampropoulos. Rayo, yang berjuang keras di babak pertama, hanya mampu menahan diri dan menutup skor 0-3.
Berpindah ke leg kedua di Estadio de Vallecas, Rayo Vallecano tampil lebih agresif. Tim tuan rumah memanfaatkan kecepatan sayap kanan mereka, khususnya Luis de la Fuente, yang berhasil memberi umpan silang berbahaya. Pada menit ke-23, Joselu berhasil memanfaatkan peluang dari kotak penalti dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1, menandai gol pertama Rayo di kompetisi ini musim ini. AEK kembali unggul lewat serangan balik cepat yang dipimpin Orbelín Pineda, mencetak gol penyeimbang pada menit ke-58. Namun, Rayo menutup pertandingan dengan gol kemenangan pada menit ke-84 melalui tendangan bebas yang dieksekusi dengan presisi oleh Santi Bueno, mengunci skor akhir 2-1.
Berikut rangkuman statistik pertandingan leg kedua:
| Statistik | AEK Athens | Rayo Vallecano |
|---|---|---|
| Penguasaan Bola | 48% | 52% |
| Tembakan | 12 (5 tepat sasaran) | 15 (6 tepat sasaran) |
| Korban | 1 | 2 |
| Operan Sukses | 410 | 438 |
| Kartu Kuning | 2 | 3 |
Statistik menunjukkan Rayo memiliki tekanan lebih tinggi dalam hal tembakan dan penguasaan bola, namun AEK tetap mampu menciptakan peluang berbahaya lewat serangan balik. Penampilan kiper Rayo, José Sa, sangat menonjol dengan beberapa penyelamatan krusial, terutama pada menit-menit akhir ketika AEK berusaha mengamankan kemenangan.
Profil pemain kunci menjelang laga tersebut menjadi bahan perbincangan. Bagi AEK, Orbelín Pineda menjadi motor penggerak lini tengah, menggabungkan kreativitas dan kemampuan mencetak gol. Sementara di lini pertahanan, veteran Vasilis Lampropoulos memberikan kepemimpinan serta kontribusi gol yang signifikan. Di pihak Rayo, Joselu kembali menunjukkan kelasnya sebagai penyerang utama yang mampu menembus pertahanan rapat, sementara Luis de la Fuente menjadi ancaman konstan di sisi kanan lapangan dengan dribblingnya yang lincah.
Prediksi sebelum pertandingan banyak yang menaruh harapan pada AEK untuk menutup defisit agregatnya. Namun, tak terduga, Rayo berhasil menahan tekanan dan bahkan menambah satu gol, mempertegas keunggulan mental mereka. Keberhasilan Rayo melaju ke semifinal meski kalah di leg kedua mencerminkan pentingnya menyiapkan strategi jangka panjang pada dua leg pertandingan.
Dengan hasil ini, Rayo Vallecano melaju ke semifinal Conference League dan akan bertemu tim yang masih menunggu lawan di jalur lain. Sementara AEK Athens harus kembali menilai taktik dan menyiapkan diri untuk kompetisi domestik serta turnamen Eropa lainnya di masa depan.
Kesimpulannya, meskipun AEK Athens gagal menutup defisit pada leg kedua, pertandingan ini menegaskan kualitas tim Rayo Vallecano dalam mengelola keunggulan agregat, serta menyoroti pentingnya konsistensi performa di kedua babak dalam kompetisi Eropa.









