BERITA

Karantina Kalsel Sertifikasi 6.836 Sapi Potong Menjelang Idul Adha

×

Karantina Kalsel Sertifikasi 6.836 Sapi Potong Menjelang Idul Adha

Share this article
Karantina Kalsel Sertifikasi 6.836 Sapi Potong Menjelang Idul Adha
Karantina Kalsel Sertifikasi 6.836 Sapi Potong Menjelang Idul Adha

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 08 Mei 2026 | Menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Provinsi Kalimantan Selatan telah mensertifikasi sebanyak 6.836 ekor sapi potong yang masuk ke wilayah tersebut. Langkah ini dilakukan setelah melalui pemeriksaan guna memastikan ternak dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit menular.

Kepala Karantina Kalsel, Erwin A.M Dabukke, menyatakan bahwa peningkatan lalu lintas ternak telah terjadi sejak pertengahan April 2026. Hal ini seiring meningkatnya kebutuhan hewan kurban masyarakat di Kalimantan Selatan dan sejumlah daerah lain di Pulau Kalimantan.

Isrokal, Ketua Tim Kerja Karantina Hewan Karantina Kalsel, menjelaskan bahwa setiap pemasukan ternak wajib melalui pemeriksaan administratif dan fisik sebelum diterbitkan sertifikat pelepasan oleh petugas karantina. Pemeriksaan administratif ini meliputi verifikasi dokumen karantina daerah asal, kesesuaian jenis dan jumlah ternak, serta hasil uji laboratorium yang menyatakan hewan negatif dari Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK).

Selain itu, petugas juga melakukan pemeriksaan fisik di atas alat angkut untuk mendeteksi gejala penyakit hewan menular strategis seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), brucellosis, antraks, dan penyakit karantina lainnya.

Berdasarkan data sistem informasi karantina BEST TRUST, sebanyak 6.836 ekor sapi potong telah masuk ke Kalimantan Selatan melalui Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dan Batulicin sejak April hingga awal Mei 2026 dengan frekuensi pengiriman mencapai 104 kali.

Isrokal menambahkan bahwa ternak tersebut didatangkan dari sejumlah daerah pemasok utama, antara lain Nusa Tenggara Timur meliputi Kupang dan Flores, Nusa Tenggara Barat seperti Bima dan Sumbawa, Bali, Jawa, hingga Sulawesi.

Saat ini, Kalimantan Selatan menjadi salah satu pintu gerbang distribusi ternak di Pulau Kalimantan karena turut menopang pasokan hewan kurban ke Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Biosekuriti dan Tindakan Pencegahan Selain pemeriksaan dokumen dan fisik, Karantina Kalsel juga menerapkan biosekuriti berupa disinfeksi terhadap hewan dan alat angkut guna mencegah potensi penyebaran penyakit antarwilayah.

Isrokal menegaskan bahwa ternak yang ditemukan menunjukkan gejala penyakit tidak diperbolehkan didistribusikan dan wajib menjalani tindakan karantina berupa pengasingan di Instalasi Karantina Hewan. Jika tidak dapat disembuhkan maka akan dilakukan penolakan hingga pemusnahan.

Karantina berkomitmen memastikan setiap hewan ternak yang masuk telah memenuhi persyaratan karantina sehingga aman untuk didistribusikan sebagai hewan kurban. Dengan demikian, masyarakat dapat merayakan Idul Adha dengan aman dan nyaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *