Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 07 Mei 2026 | Jakarta, 7 Mei 2026 – Pasar emas perhiasan Indonesia mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan pada hari Kamis, 7 Mei 2026. Kenaikan ini tercermin dari data yang dirilis oleh dua jaringan toko emas ternama, Raja Emas dan Laku Emas, serta laporan harga di pasar tradisional Bandar Lampung. Pergerakan harga dipengaruhi oleh kombinasi faktor global, nilai tukar rupiah, dan kebijakan moneter bank sentral.
Raja Emas, yang dikenal sebagai pembeli emas perhiasan bagi pedagang dan perorangan, mengumumkan harga beli pada pukul 09.51 WIB. Sementara itu, Laku Emas memberikan harga jual kembali (sell) yang biasanya sedikit lebih tinggi, mencerminkan margin keuntungan bagi penjual akhir. Berikut rangkuman harga per gram berdasarkan kadar karat pada tanggal tersebut:
| Karat | Harga Beli (Raja Emas) per gram (IDR) | Harga Jual (Laku Emas) per gram (IDR) |
|---|---|---|
| 24K (99,9%) | 2,530,000 | 2,560,000 |
| 22K (91,7%) | 2,380,000 | 2,410,000 |
| 18K (75%) | 2,020,000 | 2,050,000 |
Data di atas menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu kadar karat menambah nilai antara 150 ribu hingga 300 ribu rupiah per gram. Kenaikan tersebut berada di atas rata‑rata harian minggu sebelumnya, yang berkisar antara 2,450,000 hingga 2,500,000 rupiah per gram untuk 24 karat.
Di tingkat regional, pasar tradisional di Bandar Lampung juga melaporkan peningkatan harga. Toko Mas Ceria, yang berlokasi di Jalan Pemuda, Pasar Tengah, menyatakan harga emas 24 karat hari ini mencapai Rp 2,520,000 per gram, naik Rp 20,000 dari level sebelumnya Rp 2,500,000. Kenaikan ini menandai pertama kalinya harga di Lampung bergerak naik setelah tiga hari berturut‑turut stagnan.
Faktor utama yang mendorong kenaikan harga emas perhiasan meliputi:
- Permintaan internasional: Industri perhiasan di Asia, khususnya China dan India, meningkatkan pembelian fisik emas sebagai lindung nilai.
- Fluktuasi nilai tukar: Rupiah melemah terhadap dolar AS pada minggu ini, sehingga harga emas dalam rupiah cenderung naik.
- Kebijakan cadangan emas bank sentral: Bank Indonesia menambah cadangan emas dalam upaya menstabilkan nilai tukar, yang secara tidak langsung menambah permintaan domestik.
- Biaya produksi dan desain: Kenaikan harga bahan baku logam pendukung serta upah pekerja memengaruhi harga akhir perhiasan.
Para investor ritel dan pedagang perhiasan disarankan untuk memantau perkembangan harga secara real time, khususnya menjelang akhir pekan ketika volume transaksi cenderung menurun. Bagi pembeli pertama kali, memperhatikan selisih antara harga beli di Raja Emas dan harga jual di Laku Emas dapat memberikan gambaran margin keuntungan potensial.
Selain itu, penting untuk memperhitungkan biaya buyback yang biasanya dikenakan sekitar 5 % dari harga pasar. Di Bandar Lampung, contoh buyback mengacu pada potongan tersebut, sehingga nilai jual kembali efektif berada di kisaran Rp 2,394,000 per gram untuk emas 24 karat.
Secara keseluruhan, dinamika harga emas perhiasan pada 7 Mei 2026 menegaskan peran emas sebagai aset yang responsif terhadap kondisi ekonomi makro. Pengamat pasar menyarankan agar keputusan investasi didasarkan pada analisis komprehensif, bukan sekadar reaksi jangka pendek.
Investor yang mengincar diversifikasi portofolio dapat mempertimbangkan emas perhiasan sebagai pelengkap selain emas batangan, mengingat likuiditasnya yang tinggi di pasar ritel.











