Nasional

Wamendagri Bima Arya Ajak Generasi Muda Siapkan Diri, Indonesia Menuju Negara Maju

×

Wamendagri Bima Arya Ajak Generasi Muda Siapkan Diri, Indonesia Menuju Negara Maju

Share this article
Wamendagri Bima Arya Ajak Generasi Muda Siapkan Diri, Indonesia Menuju Negara Maju
Wamendagri Bima Arya Ajak Generasi Muda Siapkan Diri, Indonesia Menuju Negara Maju

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 07 Mei 2026 | Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam mewujudkan visi Indonesia menjadi negara maju. Pernyataan ini disampaikan pada Forum Orkestrasi Pembangunan Negeri yang digelar di Hotel Platinum Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 5 Mei 2026. Bima menekankan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama untuk mengatasi tantangan global serta mempercepat pencapaian program prioritas nasional, termasuk penurunan kemiskinan, pengangguran, inflasi, dan stunting.

Menurut Bima, kepala daerah menghadapi tekanan yang semakin kompleks, mulai dari fluktuasi harga energi hingga kebijakan nasional yang berubah cepat. Untuk itu, ia mengajak para pemimpin daerah, serta seluruh generasi muda, untuk meningkatkan kemampuan adaptif dan eksekusi yang kuat. “Kita butuh inovasi, kolaborasi, dan semangat juang yang tinggi. Generasi muda harus siap menjadi agen perubahan,” ujar Bima.

Selain Bima, Wamendagri lain, Ribka Haluk, juga menyuarakan dukungan serupa. Dalam sambutan usai menerima penghargaan CNN Leading Women Awards 2026, Ribka menekankan pentingnya peran aktif perempuan, baik di sektor publik maupun domestik, dalam mewujudkan Indonesia Emas. “Semangat maju perempuan dan generasi muda adalah dua pilar utama pembangunan berkelanjutan,” tegasnya.

Semangat kolaboratif ini juga tercermin dalam inisiatif regional yang digelar oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Pada 3–4 Mei 2026, Indonesia menjadi tuan rumah SouthEast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports (SEAMMYS) di Bali. Pertemuan tersebut menghasilkan Deklarasi Bali yang memuat enam kesepakatan strategis untuk memperkuat sektor pemuda dan olahraga di Asia Tenggara. Menurut Menpora Erick Thohir, kolaborasi lintas negara ini dapat memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi, sekaligus menyiapkan generasi muda menghadapi dinamika global.

Berikut beberapa poin utama yang ditekankan oleh para pejabat dalam rangka menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan:

  • Sinergi Pusat‑Daerah: Memperkuat koordinasi kebijakan, berbagi sumber daya, dan mengoptimalkan program pembangunan yang bersifat lintas sektor.
  • Pengembangan Kapasitas Kepemimpinan: Pelatihan adaptif, manajemen krisis, serta kemampuan eksekusi yang cepat bagi kepala daerah dan pemuda yang terlibat dalam pemerintahan.
  • Investasi pada Pendidikan dan Teknologi: Memperluas akses pendidikan berkualitas, khususnya STEM, serta memfasilitasi inovasi digital di tingkat daerah.
  • Pemberdayaan Perempuan: Mendorong partisipasi aktif perempuan dalam pengambilan keputusan dan sektor ekonomi kreatif.
  • Kolaborasi Regional: Memanfaatkan forum seperti SEAMMYS untuk bertukar pengalaman, kebijakan, dan praktik terbaik dalam pengembangan pemuda dan olahraga.

Data statistik terbaru menunjukkan bahwa tingkat pengangguran muda di Indonesia masih berada di atas 14 percent, sementara angka stunting pada anak di bawah lima tahun mencapai 10 percent. Tantangan ini menuntut aksi terpadu. Bima Arya menambahkan, “Jika kita tidak mengintegrasikan upaya pembangunan di semua tingkatan, target Indonesia menjadi negara maju pada 2045 akan sulit tercapai.”

Ribka Haluk menambahkan, “Kita harus menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi pemuda, termasuk akses permodalan, mentorship, dan jaringan internasional.” Ia menekankan bahwa penghargaan yang diterimanya bukan sekadar pengakuan pribadi, melainkan simbol komitmen pemerintah dalam memajukan peran perempuan dan pemuda.

Semangat kolaborasi ini juga didukung oleh para pemimpin daerah yang hadir dalam forum. Gubernur Kalimantan Timur, Mahendra Siregar, menyatakan kesiapan provinsinya untuk mengimplementasikan program pelatihan kepemimpinan bagi pemuda, sekaligus memperkuat infrastruktur digital di wilayah pedalaman.

Melihat ke depan, strategi yang diusung oleh Wamendagri menekankan tiga pilar utama: integrasi kebijakan, pemberdayaan sumber daya manusia, dan sinergi internasional. Dengan generasi muda yang siap, Indonesia diharapkan dapat mempercepat transformasi ekonomi, meningkatkan daya saing global, serta mewujudkan Indonesia Emas pada tahun 2045.

Kesimpulannya, upaya bersama antara pemerintah pusat, daerah, dan generasi muda menjadi landasan kuat bagi Indonesia untuk menapaki jalur menuju status negara maju. Kolaborasi lintas sektor, dukungan terhadap perempuan, serta partisipasi aktif dalam forum regional seperti SEAMMYS menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menyiapkan Indonesia menghadapi tantangan global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *