Daerah

Arinal Djunaidi Gencarkan Operasi Deras Lawan PETI di Barito Timur, Ratusan Ton Emas Tersita

×

Arinal Djunaidi Gencarkan Operasi Deras Lawan PETI di Barito Timur, Ratusan Ton Emas Tersita

Share this article
Arinal Djunaidi Gencarkan Operasi Deras Lawan PETI di Barito Timur, Ratusan Ton Emas Tersita
Arinal Djunaidi Gencarkan Operasi Deras Lawan PETI di Barito Timur, Ratusan Ton Emas Tersita

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 04 Mei 2026 | Barito Timur – Kepala Polres Barito Timur, Irjen Pol. Arinal Djunaidi, memimpin operasi gabungan bersama TNI dan Satpol PP untuk mengungkap jaringan pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Batuah, Kecamatan Raren Batuah. Penyelidikan yang dimulai pada awal Mei 2026 ini berhasil menemukan lebih dari tiga ratus ton batuan emas yang disimpan dalam jaringan penampungan tersembunyi, menandai salah satu busting ilegal terbesar di Kalimantan Selatan.

Menurut pernyataan resmi yang disampaikan pada konferensi pers di Balai Polres Barito Timur, Arinal Djunaidi menegaskan bahwa PETI tidak hanya merusak lingkungan hutan lindung, tetapi juga mengancam mata pencaharian masyarakat lokal dan menimbulkan risiko kesehatan akibat limbah berbahaya. “Kami tidak akan mentolerir aktivitas yang melanggar hukum dan merusak ekosistem. Penindakan tegas akan terus kami lakukan hingga jaringan kriminal ini terurai sepenuhnya,” ujarnya.

Operasi yang diberi nama kode “Batuah Bersih” melibatkan 45 personel Polres, 30 anggota TNI, serta tim ahli lingkungan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Barito Timur. Tim lapangan melakukan penggeledahan intensif selama tiga hari, mengamankan sejumlah peralatan tambang ilegal, termasuk mesin penghancur batu, pompa air, dan alat penampungan limbah beracun.

  • Pengamanan lokasi: 12 titik penampungan emas ditemukan dan diamankan.
  • Penyitaan: lebih dari 300 ton batuan emas dengan kandungan rata-rata 8,5 gram per ton.
  • Penangkapan: 7 orang tersangka utama, termasuk pemilik lahan yang diduga memberi izin tidak resmi.
  • Penghentian: semua aktivitas penambangan di desa tersebut dihentikan sementara untuk evaluasi dampak lingkungan.

Selain penyitaan material, tim forensik lingkungan menemukan jejak limbah sianida dan merkuri yang biasanya digunakan dalam proses ekstraksi emas. Analisis laboratorium menunjukkan konsentrasi logam berat yang melampaui ambang batas aman menurut standar Kementerian Lingkungan Hidup. Hal ini memicu kekhawatiran akan pencemaran air sungai Way Ratai yang mengalir dekat daerah tambang.

Arinal Djunaidi menambahkan bahwa Polres Barito Timur akan bekerja sama dengan Polda Kalimantan Selatan untuk menindaklanjuti kasus ini secara hukum. “Kami telah mengumpulkan bukti kuat, termasuk rekaman video, saksi mata, dan hasil analisis laboratorium. Proses penyidikan akan berlanjut hingga semua pelaku, mulai dari operator hingga perantara, dijatuhi hukuman yang setimpal,” tegasnya.

Reaksi masyarakat setempat juga positif. Warga Desa Batuah menyatakan rasa lega karena aktivitas tambang ilegal yang selama ini menimbulkan kebisingan, debu, dan kerusakan lahan kini terhenti. “Kami berharap pemerintah daerah dapat memberikan solusi alternatif bagi warga yang sebelumnya bergantung pada tambang ilegal, misalnya melalui program pertanian berkelanjutan atau pelatihan keterampilan,” kata salah satu tokoh masyarakat, Siti Maulani.

Di sisi lain, pemerintah kabupaten berjanji akan memperkuat pengawasan wilayah hutan lindung dan memperketat perizinan pertambangan. Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, melalui juru bicaranya, menyampaikan dukungan penuh kepada Polres Barito Timur dan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam memberantas PETI.

Kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana kepemimpinan yang proaktif, seperti yang ditunjukkan oleh Arinal Djunaidi, dapat mempercepat penegakan hukum di daerah terpencil. Dengan menargetkan jaringan penyelundupan emas dan menghentikan operasi tambang tanpa izin, diharapkan ekosistem hutan dan kesejahteraan warga dapat dipulihkan secara berkelanjutan.

Operasi “Batuah Bersih” dijadwalkan akan dilanjutkan dengan inspeksi rutin dan program edukasi lingkungan bagi penduduk setempat. Polres Barito Timur menegaskan komitmen untuk terus memantau perkembangan situasi, memastikan tidak ada celah bagi pihak-pihak yang ingin menghidupkan kembali praktik PETI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *