Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 29 April 2026 | Episode ketiga dari musim ketiga “Euphoria” menampilkan momen paling kontroversial dalam seri ini: pernikahan antara Nate Jacobs (Jacob Elordi) dan Cassie Howard (Sydney Sweeney). Sejak awal, acara ini sudah dipenuhi dengan simbol kemewahan berlebih, mulai dari rangkaian bunga megah yang kemungkinan besar dibiayai melalui akun OnlyFans Cassie, hingga dekorasi yang menyerupai pesta gala Hollywood. Namun, segala keanggunan itu segera berubah menjadi mimpi buruk ketika para tamu menyaksikan rangkaian kejadian yang tak terduga.
Ritual pertama yang mencuri perhatian adalah tarian pertama pasangan pengantin. Alih-alih menampilkan gerakan romantis, Nate malah menghibur tamu dengan menirukan air‑guitar pada bokong Cassie dan melakukan aksi “air lasso” yang tampak seperti referensi ke genre western. Penampilan ini tidak hanya menyingkap sisi performatif hubungan mereka, tetapi juga menambah nuansa absurd yang menjadi ciri khas serial ini.
Ketegangan semakin memuncak ketika Cassie secara tak sengaja memukul kepala Nate dengan cork botol sampanye. Luka ringan itu ternyata menjadi pertanda akan datangnya serangan lebih brutal. Setelah menempuh lorong mega‑mansion mereka, pasangan baru ini dihadang oleh Naz (Jack Topalian), investor gelap yang menagih lebih dari $500.000 kepada Nate, lengkap dengan rombongan preman yang siap menegur dengan kekerasan.
Berikut adalah rangkaian insiden paling mengganggu yang terjadi dalam episode ini:
- Florist berlebihan yang diperkirakan dibiayai oleh pendapatan OnlyFans.
- Tarian pernikahan yang lebih mirip pertunjukan panggung daripada momen romantis.
- Kebocoran kemarahan saat Cassie memukul kepala Nate dengan cork sampanye.
- Kedatangan Naz beserta preman yang mengancam keselamatan pasangan.
- Pemotongan jari kaki Nate sebagai hukuman atas hutang yang belum dilunasi.
Setelah insiden pemotongan jari kaki Nate, adegan berubah menjadi balas dendam ala Quentin Tarantino. Darah mengalir di lantai ruang tamu yang megah, sementara Cassie terdiam di tengah kekacauan, menangis dengan air mata yang tampak hampir kartunis. Reaksi emosional ini menimbulkan pertanyaan tentang apakah karakter Cassie kini hanya menjadi karikatur dari perempuan yang terjebak dalam budaya “suburban strivers” Los Angeles, atau masih menyimpan keautentikan yang pernah ditunjukkan di musim sebelumnya.
Episode ini juga memberikan penghormatan khusus kepada aktor Eric Dane, yang sebelumnya berperan dalam serial lain yang menampilkan adegan pernikahan berbahaya. Momen tersebut disisipkan secara halus, memberikan nuansa bittersweet bagi penonton yang mengingat kontribusi sang aktor dalam dunia televisi.
Respons penggemar pun beragam. Sebagian menganggap adegan pernikahan sebagai puncak keabsurdan yang menggelitik, sementara yang lain menilai tindakan kekerasan sebagai tanda bahwa serial ini tidak lagi menghindar dari tema gelap. Di media sosial, banyak yang menanyakan nasib hubungan Nate dan Cassie ke depan serta menebak apakah cedera fisik Nate akan memicu perubahan dramatis dalam alur cerita.
Secara keseluruhan, Euphoria season 3 episode 3 berhasil menyajikan kombinasi antara drama emosional, aksi brutal, dan satire sosial. Setiap elemen—dari tarian aneh hingga pemotongan jari kaki—menegaskan bahwa serial ini tetap berani menantang konvensi televisi modern. Penonton dapat menantikan konsekuensi lebih lanjut pada episode-episode berikutnya, mengingat dampak yang ditimbulkan oleh peristiwa malam pernikahan yang tak terlupakan ini.











