Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 15 April 2026 | Jakarta Selatan, 13 April 2026 – Seorang artis multitalenta yang juga aktif sebagai DJ dan atlet tinju, Dinar Candy, menegaskan kembali komitmennya pada prinsip hidup halal setelah menolak tawaran kencan bernilai Rp1 miliar yang masuk lewat pesan singkat di Instagram.
Tawaran tersebut awalnya muncul dalam bentuk DM (direct message) dengan angka Rp250 juta, namun kemudian naik menjadi Rp1 miliar. Pengirim pesan, yang tidak dikenal, mengusulkan sebuah pertemuan yang bersifat transaksional. Dinar langsung menanggapi dengan tegas, “Aduh maaf, aku enggak jualan, aku soalnya takut ledes,” sambil menolak secara tegas semua tawaran serupa.
Dalam wawancara yang dilakukan di kawasan Kapten P. Tendean, Dinar menegaskan bahwa ia tidak akan terlibat dalam praktik prostitusi atau jualan diri demi uang cepat. Ia menekankan bahwa kesehatan tubuh dan martabat pribadi menjadi prioritas utama, terutama mengingat latar belakangnya sebagai petinju yang rutin berlatih dan menghindari gula serta makanan tidak sehat.
“Logikanya, jualan seperti itu kan berarti bisa main sama banyak orang. Aku tuh menjaga kesehatan aku banget. Aku tuh boxing, menghindari gula, buat healthy badan aku. Terus aku harus jualan kayak gitu? Enggak lah sama sekali,” ujar Dinar dengan nada tegas namun tetap santun.
Selain alasan kesehatan, Dinar juga menyampaikan bahwa pendapatan yang diperolehnya dari karier sebagai DJ dan pengusaha sudah cukup memadai. Ia menegaskan bahwa ia lebih memilih mencari rezeki halal melalui kerja keras dan profesionalisme. “Alhamdulillah direzekiin sama Allah tuh masih banyak. Mendingan aku kerja sih, daripada amit-amit jual diri,” tambahnya.
Kasus semacam ini bukan hal baru bagi publik figur, namun Dinar menegaskan bahwa ia tidak akan membiarkan tawaran serupa mengganggu fokusnya. Ia memilih untuk tidak melibatkan jalur hukum karena pelaku hanya mengirimkan pesan iseng tanpa menyebarluaskan nama atau data pribadi secara melanggar hukum. “Aku enggak benci sama orang yang nawar itu. Ya sudah, ini orang iseng atau cowok-cowok iseng aja. Kalau cuma nawar-nawar doang, enggak ngaruh sih,” katanya.
Reaksi publik di media sosial pun beragam. Banyak netizen yang memuji keberanian Dinar menolak tawaran yang menggiurkan namun tidak sesuai dengan nilai moralnya. Beberapa menyebutnya sebagai contoh positif bagi generasi muda yang seringkali terpapar godaan uang cepat melalui platform digital.
Para pengamat budaya digital menilai bahwa kasus ini mencerminkan dinamika baru dalam interaksi antara selebritas dan penggemar di era media sosial. Tawaran semacam ini, meski terkesan menggelikan, mengangkat pertanyaan tentang batasan etika, privasi, dan keamanan digital. Mereka menekankan pentingnya edukasi bagi para publik figur dalam mengelola pesan masuk yang bersifat komersial atau eksplisit.
Dinar Candy, yang berusia 32 tahun, adalah anak seorang guru ngaji dan mengaku telah terbiasa menghadapi tawaran tidak pantas sejak awal kariernya. Namun, ia menyatakan bahwa pengalaman tersebut semakin menguatkan tekadnya untuk selalu menjunjung tinggi nilai kejujuran dan kerja keras.
Dengan menolak tawaran Rp1 miliar tersebut, Dinar mengirimkan pesan kuat kepada masyarakat bahwa rezeki halal tetap menjadi prioritas utama, meski ada godaan finansial yang menggiurkan. Sikap ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi artis lain serta generasi muda untuk tidak menyerah pada tekanan ekonomi yang memaksa mereka melanggar prinsip moral.
Ke depan, Dinar berencana melanjutkan kariernya di dunia musik dan olahraga, sambil terus mengembangkan usaha-usaha bisnisnya secara legal. Ia menutup wawancara dengan harapan agar publik dapat lebih memahami pentingnya menjaga integritas diri di era digital yang semakin terbuka.





