Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 28 April 2026 | Menjelang penghujung pekan ke‑30 Super League 2025/2026, sorotan tidak hanya tertuju pada perebutan gelar juara, tetapi juga pada perang sengit di zona degradasi. Dua laga krusial pada 27 April 2026, antara Bali United vs PSM Makassar dan Persija Jakarta vs Persis Solo, memberikan gambaran jelas tentang siapa saja yang berisiko kehilangan tempat di kasta tertinggi sepakbola Indonesia.
Berbagai analisis mengindikasikan bahwa degradasi Super League akan melibatkan tiga klub yang berada di posisi terendah klasemen sementara: PSM Makassar (peringkat 14 dengan 31 poin), Persis Solo (peringkat 15 dengan 27 poin), serta Dewa United yang masih menggenggam posisi 13 dengan selisih poin tipis. PSM Makassar, yang harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke‑4 karena kartu merah Yuran Fernandes, akhirnya kalah 0‑2 di kandang Bali United. Kekalahan ini menambah beban poin bagi mereka, menjadikan posisi 14‑14 sebagai zona bahaya yang sangat nyata.
Persis Solo, yang baru saja menelan kekalahan telak 0‑4 dari Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno, kini terpuruk di peringkat ke‑15. Empat gol Persija di babak kedua (Allano, Jean Mota, Paulo Ricardo, dan Gustavo Almeida) menambah jarak mereka dari zona aman. Dengan hanya 27 poin, Persis harus mengejar poin secara agresif dalam dua pekan terakhir agar terhindar dari degradasi Super League.
Di atas zona bahaya, Dewa United menempati peringkat 13 dengan 33 poin, hanya selisih tiga poin dari Persis Solo. Jika Dewa United gagal meraih setidaknya satu poin dalam dua laga terakhir, peluang mereka untuk turun menjadi sangat tinggi. Tim‑tim lain seperti PSS Sleman dan Persik Kediri berada di zona menengah, namun performa konsisten dapat menggeser posisi mereka ke arah bawah bila hasil tidak memuaskan.
Berikut tabel singkat lima tim terburuk pada pekan ke‑30:
| Peringkat | Tim | Poin |
|---|---|---|
| 13 | Dewa United | 33 |
| 14 | PSM Makassar | 31 |
| 15 | Persis Solo | 27 |
| 16 | Persita Tangerang | 24 |
| 17 | PSIS Semarang | 22 |
Selain pertempuran di zona bawah, musim ini juga menyimpan berita menarik tentang Liga 2. Tim peraih gelar juara Liga 2 musim ini telah memastikan promosi ke Super League 2026/2027, menambah kompetisi di depan. Meskipun nama resmi juara belum disebutkan dalam rangkaian laporan, kehadiran tim baru ini diyakini akan memberikan dinamika baru, terutama bagi klub‑klub yang berjuang mengamankan posisi mereka di kasta atas.
Prediksi akhir dari para pengamat menyebutkan bahwa PSM Makassar dan Persis Solo berada dalam zona degradasi Super League yang paling kritis. Dewa United berada di ambang batas, tergantung pada hasil akhir pekan ke‑31 dan ke‑32. Sementara klub‑klub lain seperti Persib Bandung dan Persija Jakarta fokus pada persaingan puncak, mereka tetap menjadi penghalang utama bagi tim‑tim yang berjuang untuk bertahan.
Kesimpulannya, dua pekan terakhir akan menjadi penentu nasib bagi tiga klub teratas zona bahaya. PSM Makassar harus memperbaiki pertahanan dan menghindari kesalahan disipliner, Persis Solo perlu meningkatkan efisiensi serangan, dan Dewa United harus mengamankan poin minimal. Pada saat yang sama, juara Liga 2 akan menambah persaingan, menjanjikan musim depan yang lebih menarik bagi seluruh pecinta sepakbola Indonesia.











