Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 27 April 2026 | Di pertandingan lanjutan MLS pekan ini, Nashville SC menorehkan kemenangan meyakinkan 4-2 melawan Charlotte FC berkat penampilan gemilang Ahmed Qasem. Pemain depan asal Irak tersebut mencetak gol penting serta memberikan assist, menandai peningkatan signifikan dalam ritme permainannya pada musim keduanya bersama klub.
Keberhasilan Nashville SC tidak lepas dari kontribusi sejumlah pemain kunci. Cameron Surridge membuka skor dengan dua gol yang memecah kebuntuan awal, sementara Hany Mukhtar menambah satu gol. Ahmed Qasem menutup aksi dengan gol keenam tim dan assist yang menghasilkan gol ketujuh, memastikan jarak dua gol yang nyaman di akhir laga.
Berikut rekapitulasi gol pada pertandingan tersebut:
| Pemain | Gol | Assist |
|---|---|---|
| Cameron Surridge | 2 | – |
| Hany Mukhtar | 1 | – |
| Ahmed Qasem | 1 | 1 (untuk Mukhtar) |
| Charlotte FC | 2 | – |
Ahmed Qasem, yang merupakan rekrutan ketiga termahal dalam sejarah Nashville SC, telah mengalami awal karier yang tidak konsisten di MLS. Musim pertamanya ditandai dengan penampilan terbatas dan tekanan untuk membuktikan nilai transfernya. Namun, pada 2026, Qasem tampak lebih nyaman, menunjukkan peningkatan dalam penempatan posisi, keputusan akhir, dan kontribusi langsung pada papan skor.
“Saya selalu keras pada diri sendiri, terutama setelah beberapa laga yang tidak memenuhi harapan,” ujar Qasem dalam wawancara pasca-pertandingan. “Melihat diri saya bisa mencetak gol dan memberikan assist dalam satu laga memberi keyakinan bahwa saya berada di jalur yang tepat.”
Pelatih Nashville SC, Gary Smith, memuji performa Qasem serta kerja tim secara keseluruhan. “Kami telah bekerja keras dalam sesi taktik untuk meningkatkan sinergi antar lini serang. Ahmed menunjukkan bahwa dia mengerti peranannya dan kini lebih percaya diri dalam mengeksekusi peluang,” kata Smith.
Keberhasilan ini juga memberi dampak positif pada posisi klasemen. Sebelum laga ini, Nashville SC berada di zona tengah tabel, dan kemenangan ini mengangkat mereka ke posisi empat, menutup jarak dengan tim teratas. Sementara itu, Charlotte FC harus berjuang mengatasi kekalahan yang menurunkan moral mereka.
Di sisi lain, komentar dari Bradley Carnell, pelatih Union, yang sedang berada di posisi terbawah klasemen, menambah perspektif mengenai kompetisi MLS yang ketat. “Kami berada di tempat terakhir, tapi tidak bisa merasa kasihan pada diri kami sendiri. Setiap tim berjuang keras, dan Nashville SC menunjukkan contoh bagaimana konsistensi dapat mengubah nasib tim,” ujar Carnell.
Statistik pertandingan menegaskan dominasi Nashville SC dalam penguasaan bola dan peluang. Tim mencatat 58% penguasaan, 14 tembakan ke gawang, dan 7 sudut, sementara Charlotte FC hanya menguasai 42% dan menghasilkan 6 tembakan ke gawang. Pertahanan Nashville juga tampil solid, hanya kebobolan dua gol dari serangan balik cepat Charlotte.
Secara taktik, Nashville SC mengandalkan formasi 4-2-3-1, dengan Qasem berperan sebagai penyerang utama yang beralih antara posisi pusat dan sayap kanan. Fleksibilitas ini memungkinkan Surridge dan Mukhtar untuk menyusup ke ruang kosong, menciptakan kombinasi satu-dua yang membingungkan lini bertahan Charlotte.
Dengan performa seperti ini, harapan besar ditempatkan pada Ahmed Qasem untuk menjadi pemimpin ofensif Nashville SC sepanjang sisa musim. Jika ia dapat mempertahankan konsistensi ini, Nashville SC berpotensi bersaing untuk tempat playoff dan bahkan menantang gelar MLS Cup.
Penutup, kemenangan 4-2 atas Charlotte FC menandai titik balik penting dalam karier Ahmed Qasem di MLS. Dari pemain yang sempat diragukan, ia kini menjadi sosok krusial yang dapat diandalkan dalam mencetak gol dan menciptakan peluang. Dengan dukungan rekan setim dan taktik pelatih, Nashville SC tampak berada di jalur yang tepat menuju akhir musim yang kompetitif.











