Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 26 April 2026 | Ketika Carlos Alcaraz mengumumkan penarikan dirinya dari French Open 2026 karena cedera pergelangan tangan, sorotan langsung beralih kepada Jannik Sinner sebagai calon utama pengganti. Namun, reaksi Sinner tidaklah sekadar menyambut status favorit; ia menegaskan bahwa keberadaan Alcaraz justru membuat tenis menjadi lebih menarik dan kompetitif.
Dalam konferensi pers di Madrid Masters, Sinner menolak label “favorit” yang diberikan media setelah Alcaraz mengundurkan diri. Ia menyatakan, “Saya tidak tahu. Saya rasa ini bukan hal yang harus kita bicarakan. Yang penting adalah semua pemain berada dalam kondisi terbaik dan persaingan tetap ketat.” Pernyataan itu menegaskan bahwa bagi Sinner, kemenangan tidak semata-mata datang dari ketiadaan lawan, melainkan dari kualitas pertandingan itu sendiri.
Kehilangan Alcaraz membuka peluang emas bagi Sinner untuk menyelesaikan Career Grand Slam—menambahkan gelar Roland Garros ke dalam koleksi Australian Open, Wimbledon, dan US Open yang sudah ia menaklukkan. Dengan tiga gelar Grand Slam di luar tanah liat, Sinner kini menatap satu tantangan terakhir untuk mengukir sejarah sebagai pemain Italia pertama yang menguasai keempat turnamen besar.
Namun, jalur menuju gelar Paris tidaklah mudah. Di samping Sinner, beberapa nama besar tetap menjadi ancaman signifikan. Berikut beberapa pesaing utama yang dapat mengancam dominasi Sinner di tanah liat:
- Alexander Zverev – Pemain Jerman dengan catatan kuat di permukaan tanah liat dan pernah mencapai final French Open 2024. Meski belum mengangkat trofi Grand Slam, Zverev memiliki pengalaman melawan Sinner dan mampu mengejutkan bila berada dalam performa puncak.
- Novak Djokovic – Legenda Serbia yang telah mengumpulkan tiga gelar Roland Garros dan terus menargetkan gelar ke-25. Meskipun usianya kini 38 tahun, kemampuan adaptasi di tanah liat tetap menjadi senjata utama Djokovic.
- Lorenzo Musetti – Rekan sesama Italia yang memiliki permainan agresif di tanah liat. Musetti belum pernah mengalahkan Sinner secara konsisten, tetapi perkembangan teknisnya menjadikannya kandidat dark horse.
Statistik terbaru menunjukkan Sinner berada dalam performa puncak. Selama musim ini, ia berhasil menjuarai Madrid Open dengan mengalahkan beberapa pemain top, termasuk kemenangan dramatis melawan Novak Djokovic di semifinal Australian Open 2026. Kecepatan footwork, kekuatan forehand, dan mentalitas kompetitifnya menjadi faktor kunci yang membuatnya menjadi ancaman serius di Roland Garros.
Selain kemampuan teknis, Sinner juga menekankan pentingnya kebugaran dan persiapan mental menjelang turnamen tiga minggu. Ia mengakui bahwa tekanan sebagai favorit dapat menjadi beban, namun ia bertekad untuk mengubah tekanan tersebut menjadi motivasi. “Saya tidak ingin menjadi pemain yang hanya menunggu lawan kalah. Saya ingin membuktikan diri di lapangan dengan bermain terbaik saya,” ujarnya dalam sebuah sesi wawancara.
Para pengamat menilai bahwa kehadiran kembali Alcaraz di panggung internasional akan meningkatkan kualitas persaingan, namun ketidakhadiran sementara tersebut memberikan ruang bagi generasi baru untuk bersinar. Jika Sinner dapat mempertahankan konsistensi dan mengelola ekspektasi, peluangnya untuk mengangkat trofi Prancis sangat besar.
Kesimpulannya, meski Jannik Sinner menolak label favorit, realitas menunjukkan ia berada di posisi terdepan untuk mengukir sejarah di French Open 2026. Dengan persaingan ketat dari Zverev, Djokovic, dan Musetti, serta tekad pribadi yang kuat, Sinner siap menulis bab baru dalam kariernya—menyelesaikan Career Grand Slam dan mengukuhkan dirinya sebagai salah satu pemain tenis teratas era modern.











