Bisnis

Krakatau Steel dan Kimia Farma Mulai Pulih Setelah Restrukturisasi

×

Krakatau Steel dan Kimia Farma Mulai Pulih Setelah Restrukturisasi

Share this article
Krakatau Steel dan Kimia Farma Mulai Pulih Setelah Restrukturisasi
Krakatau Steel dan Kimia Farma Mulai Pulih Setelah Restrukturisasi

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 14 Agustus 2026 | Upaya pemulihan kinerja PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan PT Kimia Farma Tbk mulai menunjukkan hasil setelah keduanya berada dalam pengelolaan Danantara Indonesia. Melalui penguatan modal kerja, restrukturisasi, dan disiplin pengelolaan portofolio, dua BUMN strategis tersebut mulai bergerak dari fase tekanan menuju pemulihan kinerja yang lebih sehat.

Di Krakatau Steel, dukungan Danantara menjadi salah satu faktor dalam menjaga keberlanjutan operasional dan memperkuat fundamental perusahaan. Emiten baja yang berdiri sejak 1970 di Cilegon itu sebelumnya menghadapi tekanan akibat beban operasional, termasuk kebakaran fasilitas Hot Strip Mill (HSM) 1 pada 2023.

Setelah memperoleh dukungan pendanaan dan restrukturisasi, Krakatau Steel mulai mencatatkan perbaikan kinerja. Posisi keuangan perusahaan berbalik dari kerugian sekitar Rp1,74 triliun menjadi laba sekitar Rp150 miliar-Rp185 miliar.

Perbaikan tersebut mengingat Krakatau Steel memiliki posisi strategis dalam rantai pasok baja nasional. Dengan struktur keuangan yang lebih terkendali dan operasional yang kembali diperkuat, perusahaan memiliki ruang lebih besar untuk mendukung kebutuhan baja bagi sektor infrastruktur, konstruksi, dan manufaktur nasional.

Sementara itu, Azana Boutique Hotel Bandar Lampung menghadirkan program spesial “Krakatau Great Sale” untuk memeriahkan Festival Krakatau XXXV Tahun 2026. Program ini menjadi sebuah penawaran akomodasi eksklusif bagi wisatawan yang ingin menikmati rangkaian kemeriahan Festival Krakatau sekaligus merasakan pengalaman menginap nyaman di pusat Kota Bandar Lampung.

Festival Krakatau XXXV akan berlangsung pada 20–30 Agustus 2026 di Lapangan Saburai, Bandar Lampung, dengan berbagai rangkaian kegiatan yang mengangkat kekayaan budaya, kreativitas, pariwisata, dan ekonomi kreatif Lampung.

Di sisi lain, mantan Direktur Utama PT Krakatau Engineering (PT KE) periode 2017-2018, Lussy Adriaty Dede, divonis 4 tahun penjara karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi proyek pembangunan SUTT PT PLN. PT KE merupakan anak perusahaan PT Krakatau Steel yang berada di Kota Cilegon, Banten.

Kesimpulan dari semua ini adalah bahwa Krakatau Steel dan Kimia Farma telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah restrukturisasi. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi untuk memastikan keberlanjutan kinerja perusahaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *