Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 13 Agustus 2026 | Sebuah kejadian tragis terjadi di perairan Selat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), ketika KMP Putri Yasmin terbakar pada Rabu, 12 Agustus 2026. Dalam insiden ini, seorang bayi berusia 8 bulan berhasil selamat setelah bertahan di laut selama 8 jam bersama orangtuanya.
Bayi tersebut, Elfaro, dievakuasi bersama ibu dan ayahnya, Sintia dan Agus, setelah terombang-ambing di laut. Selama berada di laut, Elfaro digendong secara bergantian oleh kedua orangtuanya hingga akhirnya berhasil diselamatkan dan dibawa ke Pelabuhan Lembar, Lombok.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan duka cita mendalam atas musibah kebakaran KMP Putri Yasmin dan menginstruksikan agar fokus pada proses pencarian, evakuasi, dan pendataan penumpang. Prioritas utama adalah keselamatan seluruh penumpang dan awak kapal, serta memastikan mereka yang telah ditemukan segera mendapatkan pertolongan yang diperlukan.
Menurut laporan sementara, manifest KMP Putri Yasmin tercatat 114 penumpang, belum termasuk awak kapal. Namun, jumlah penumpang yang telah ditemukan sebanyak 173 orang, di mana 172 orang selamat dan 1 orang meninggal dunia. Operasi penyelamatan akan dilakukan hingga 7 hari ke depan, dan posko aduan masyarakat telah dibuka untuk menerima laporan dari masyarakat yang merasa kehilangan keluarga.
Penyebab kebakaran KMP Putri Yasmin masih belum diketahui, dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian ini. Dalam kesempatan ini, Menteri Perhubungan juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah membantu proses evakuasi.
Dalam beberapa hari terakhir, perhatian masyarakat juga tertuju pada isu Amplop Raja Juli, di mana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri selisih dalam pengembalian uang pada perkara tersebut. Nama ajudan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni hingga unsur Polres Kuantan Singingi ikut masuk radar penyidik.
Kesimpulan dari kejadian ini adalah bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan, terutama dalam transportasi laut. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan keselamatan pelayaran, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap kapal-kapal yang beroperasi.











