Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 13 Agustus 2026 | Paolo Maldini, legenda sepakbola Italia dan mantan direktur teknik Federasi Sepakbola Italia (FIGC), baru-baru ini membuka suara tentang penolakan Andrea Pirlo sebagai pelatih Timnas Italia. Maldini menegaskan bahwa tidak ada kendala hukum yang berarti yang dapat menghalangi FIGC jika mereka benar-benar berkeinginan menunjuk Pirlo sebagai pelatih kepala.
Maldini juga mengungkapkan bahwa pembatalan penunjukan Pirlo lebih disebabkan oleh tekanan opini publik. Ia menyampaikan secara mendalam mengenai masa jabatannya yang singkat sebagai direktur teknik FIGC dan perselisihannya dengan Presiden FIGC Giovanni Malago dalam sebuah wawancara eksklusif.
Sebelumnya, Maldini mencoba membujuk Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola untuk mengarsiteki Timnas Italia. Guardiola, yang merupakan salah satu kandidat utama, bahkan sempat menyusun komposisi pemain sebelum akhirnya memutuskan menolak kesempatan tersebut. Maldini menilai Guardiola merupakan sosok yang paling menggambarkan sepak bola teknis dan menyerang.
Maldini juga mengungkapkan bahwa Guardiola rela digaji 1 euro untuk melatih Timnas Italia, namun akhirnya memilih menolak tawaran tersebut karena alasan kelelahan. Sementara itu, Pirlo yang sempat dianggap sebagai calon pelatih Timnas Italia, harus menghadapi penolakan dari berbagai pihak karena statusnya sebagai duta perusahaan judi asal Rusia, Fonbet.
Maldini menegaskan bahwa status Pirlo tidak secara hukum menghalanginya untuk menjadi pelatih Italia. Namun, opini publik dan tekanan dari dalam FIGC sendiri akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan proses penunjukan Pirlo.
Dalam kesempatan yang sama, Maldini juga mengungkapkan bahwa ia sempat menghubungi beberapa pelatih muda asal Italia, termasuk Daniele De Rossi dan Fabio Grosso, untuk mengisi posisi pelatih Timnas Italia. Namun, kesepakatan dengan pihak Lega Serie A tidak memungkinkan hal tersebut terjadi.
Keputusan Maldini untuk mundur dari posisi direktur teknik FIGC disebabkan oleh perubahan kesepakatan awal mengenai kewenangan memilih pelatih Timnas Italia. Ia menegaskan bahwa kesepakatan tersebut berubah, sehingga satu-satunya pilihan yang bisa dilakukan adalah mengundurkan diri.
Dalam kesimpulan, Maldini membuka suara tentang penolakan Pirlo dan kesempatan Guardiola di Timnas Italia, serta keputusannya untuk mundur dari posisi direktur teknik FIGC. Ia menegaskan bahwa opini publik dan tekanan dari dalam FIGC sendiri memutuskan untuk tidak melanjutkan proses penunjukan Pirlo, serta perubahan kesepakatan awal yang mempengaruhi keputusannya untuk mundur.











