Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 26 April 2026 | Menjelang akhir musim BRI Super League 2025/2026, persaingan tiga tim elit semakin memanas. Persija Jakarta, yang kini berada di posisi ketiga klasemen, masih memiliki peluang untuk menyalip Persib Bandung dan mengklaim gelar juara. Dengan lima pekan tersisa, selisih poin dan performa tim menjadi faktor penentu.
Menurut laporan JPNN, Persija menempati urutan ketiga dengan 59 poin, sementara Persib memimpin dengan 66 poin. Borneo FC berada di posisi kedua dengan poin yang sama dengan Persib, yakni 66 poin. Selisih antara Persija dan dua pesaing terdekat adalah tujuh poin. Jika Persija mampu mengumpulkan kemenangan lebih banyak daripada Persib dan Borneo dalam lima laga terakhir, jarak itu dapat terhapus.
| Tim | Poin | Posisi |
|---|---|---|
| Persib Bandung | 66 | 1 |
| Borneo FC | 66 | 2 |
| Persija Jakarta | 59 | 3 |
Jadwal sisa pertandingan menambah ketegangan. Persija dijadwalkan menjamu Persib pada pekan ke-32, 10 Mei 2026, yang dapat menjadi momen krusial untuk menyalip rival langsung. Selain itu, Persija juga harus mengatasi tantangan dari tim lain seperti Arema FC dan Persis Solo.
Namun, tantangan tidak hanya datang dari kompetitor. Dua laporan terbaru menyoroti masalah yang sama di lini serang kedua tim. Pada pekan ke-29, Persija hanya mampu mencatat hasil imbang 1-1 melawan PSIM Yogyakarta meskipun menciptakan banyak peluang. Pelatih Mauricio Souza mengungkapkan kekecewaannya, “Tidak ada gunanya menciptakan peluang seperti yang kami lakukan jika tidak bisa mengonversinya menjadi gol.” Sementara Persib, yang juga bermain imbang 0-0 melawan Arema FC, mengalami nasib serupa. Bojan Hodak, pelatih Persib, menyatakan, “Kami melepaskan 28 tendangan ke gawang tapi tidak dapat mencetak gol, ini membuat frustrasi.”
Masalah konversi ini menjadi sorotan utama menjelang fase penutup liga. Kedua pelatih menekankan perlunya perbaikan dalam penyelesaian akhir. Bagi Persija, meningkatkan ketajaman lini depan dapat mengubah hasil imbang menjadi kemenangan, sementara Persib harus mengoptimalkan peluang yang diciptakan.
Di luar perspektif klub, pelatih Arema FC, Marcos Santos, menilai kompetisi secara keseluruhan sangat ketat. Dalam wawancara dengan Suara.com, ia menegaskan bahwa tiga tim teratas—Persib, Borneo, dan Persija—memiliki peluang yang hampir setara. “Jika Bandung atau Borneo terpeleset, mereka masih punya peluang untuk mengejar. Ketiga klub ini sedang bertarung untuk gelar juara,” ujar Santos. Ia menambahkan, “Sulit untuk memastikan siapa yang akan juara karena masih ada sekitar 4 atau 5 pertandingan lagi dan banyak poin yang harus diperebutkan.”
Analisis statistik menunjukkan bahwa selisih poin yang tipis membuat setiap laga menjadi penting. Persija harus menargetkan kemenangan di lima laga tersisa, setidaknya meraih 15 poin tambahan untuk mencapai 74 poin, yang dapat menyalip Persib bila tim rival kehilangan poin.
Berikut beberapa skenario yang dapat membuka peluang Persija menyalip Persib:
- Menang semua lima laga terakhir: Menghasilkan total 74 poin.
- Persib gagal menang lebih dari dua laga: Jika Persib hanya mengumpulkan maksimal 6 poin dari lima laga, totalnya menjadi 72 poin.
- Borneo kehilangan tiga atau lebih laga: Mengurangi total poin mereka di bawah 74.
Dalam konteks ini, pertemuan langsung antara Persija dan Persib pada pekan ke-32 menjadi penentu utama. Sebuah kemenangan Persija dapat mengurangi jarak poin menjadi hanya tiga, sementara kekalahan Persib akan menambah tekanan pada pemimpin klasemen.
Secara keseluruhan, peluang Persija menyalip Persib masih terbuka lebar, namun bergantung pada konsistensi kemenangan dan perbaikan dalam penyelesaian akhir. Jika kedua tim dapat mengatasi masalah ketajaman, persaingan di papan atas akan semakin sengit hingga laga penutup.
Dengan sisa pertandingan yang menegangkan, para pendukung dan analis akan terus memantau setiap perkembangan. Hingga akhir musim, drama persaingan tiga raksasa ini dapat menulis sejarah baru dalam BRI Super League.











