Bencana Alam

Gunung Semeru Erupsi 8 Kali, Kebakaran di Gunung Bromo Belum Padam

×

Gunung Semeru Erupsi 8 Kali, Kebakaran di Gunung Bromo Belum Padam

Share this article
Gunung Semeru Erupsi 8 Kali, Kebakaran di Gunung Bromo Belum Padam
Gunung Semeru Erupsi 8 Kali, Kebakaran di Gunung Bromo Belum Padam

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 11 Agustus 2026 | Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Pada Selasa (11/8/2026), Gunung Semeru tercatat mengalami erupsi sebanyak delapan kali dalam kurun waktu sekitar empat jam. Semburan kolom abu vulkanik dari rangkaian erupsi tersebut teramati membumbung hingga 800 meter di atas puncak.

Rangkaian erupsi dimulai pada pukul 04.39 WIB. Letusan pertama memuntahkan kolom abu berwarna putih hingga kelabu setinggi 800 meter di atas puncak dan mengarah ke tenggara. Erupsi terakhir tercatat memiliki amplitudo maksimum 13 mm dengan durasi 55 detik.

Saat ini, Gunung Semeru masih berstatus Siaga atau Level III. Otoritas terkait mengeluarkan sejumlah rekomendasi untuk mengantisipasi potensi bahaya bagi masyarakat di sekitar gunung. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru.

Sementara itu, kebakaran di Gunung Bromo masih belum padam. Petugas gabungan berupaya memadamkan kebakaran di kawasan sabana Gunung Bromo. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap kendala pemadaman karhutla di lokasi tersebut. Menurut Kepala BNPB, kendala pertama adalah topografi medan yang sangat berat, kemudian keterbatasan sumber air di sekitar lokasi kebakaran, dan kondisi cuaca yang belum memungkinkan untuk segera dilakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

BNPB mencatat total luas lahan terdampak karhutla di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mencapai 889 hektar. Seluruhnya tersebar di 4 wilayah administratif, yaitu Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Malang, dan Pasuruan.

Otoritas terkait berkomitmen menyelesaikan pemadaman di Bromo Jumat mendatang. Saat ini, ada 3 unit helikopter water bombing yang disiagakan. Begitu 2 titik di Bromo ini berhasil dipadamkan dengan target hari Jumat, 2 unit armada akan segera digeser.

Dalam upaya pemadaman kebakaran, Danau Ranupani digunakan sebagai sumber air. Namun, kondisi air di danau tersebut kian menipis. Debit air terlihat hanya tersisa di bagian tengah danau. Selain penyusutan debit air, pendangkalan akibat tumpukan lumpur juga menjadi persoalan di Danau Ranupani.

Meskipun demikian, ketersediaan air masih diklaim cukup untuk mendukung proses pemadaman dengan metode water bombing. Pilot Helikopter BNPB Kapten Janji Tambunan mengatakan, proses pengambilan air harus dilakukan di tengah danau karena area pinggir danau terdapat endapan lumpur.

Kebakaran di Gunung Bromo pertama kali dilaporkan terjadi pada Senin (3/8) sekitar pukul 17.00 WIB. Titik awal kebakaran berada di Blok Bantengan yang masuk wilayah Ranu Pani, Lumajang.

Sementara itu, Seruni Point Bromo, yang berlokasi di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menjadi salah satu spot favorit wisatawan untuk menikmati panorama matahari terbit (golden sunrise) serta keindahan lanskap Gunung Bromo, Gunung Batok, dan Gunung Semeru dari ketinggian.

Dengan pilar-pilar bangunan bergaya arsitektur khas Tengger yang ikonik, spot ini menyajikan lanskap fotografi ciamik dan tempat bersantai yang nyaman bagi para pengunjung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *