Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 26 April 2026 | Ketegangan melanda Stamford Bridge setelah manajemen Chelsea resmi memecat pelatih kepala Liam Rosenior pada 22 April 2026. Keputusan itu diambil setelah tim mengalami lima kekalahan beruntun di Premier League tanpa mencetak gol, memaksa klub mencari pengganti secara mendesak.
Sementara itu, klub Serie A Como 1907 tengah menikmati musim impresif di bawah asuhan mantan gelandang Chelsea, Cesc Fabregas. Pada usia 38 tahun, Fabregas berhasil menempatkan Como pada posisi kelima klasemen Serie A, membuka peluang pertama klub untuk lolos ke kompetisi Eropa.
Spekulasi Fabregas Jadi Pelatih Chelsea
Nama Fabregas segera menjadi sorotan sebagai kandidat kuat menggantikan Rosenior. Keberhasilan di Como, terutama dalam lima laga tersisa musim 2025/2026, memberikan argumen kuat bagi pihak Chelsea yang ingin mengembalikan sosok yang memiliki ikatan emosional dengan klub.
Namun, dalam konferensi pers menjelang pertandingan melawan Genoa, Fabregas menegaskan fokusnya tetap pada Como. “Saya tidak punya komentar soal itu. Akan sangat bodoh jika memikirkan hal lain saat ini. Fokus saya hanya pada pertandingan berikutnya melawan Genoa,” ujarnya, dikutip dari Daily Mail.
- Posisi Serie A: 5
- Poin: 58
- Laga tersisa: 5
- Target: lolos kompetisi Eropa
Fabregas menambahkan target utama adalah mencatat sejarah dengan membawa Como ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya. “Saya yakin akan melanjutkan perjalanan saya sebagai pelatih Como dan fokus pada pertandingan-pertandingan berikutnya,” tambahnya.
Posisi Presiden Como, Mirwan Suwarso
Presiden Como, Mirwan Suwarso, memberikan klarifikasi bahwa klub tidak akan menghalangi Fabregas jika ia memutuskan menerima tawaran Chelsea. “Jika itu membuatnya bahagia, itu adalah keputusannya. Kami tentu ingin dia bertahan selama mungkin, tetapi kami tidak memilikinya. Dia bebas pergi ke Chelsea jika memang menginginkannya,” tegas Suwarso dalam pernyataan resmi.
Suara Suwarso juga menyinggung kemungkinan Fabregas tetap menjadi pemegang saham minoritas di Como, asalkan ia tidak bergabung dengan klub Italia lain yang menjadi rival. “Selama dia tidak pergi ke klub Italia pesaing, struktur yang ada memungkinkan dia tetap menjadi pemegang saham. Ini soal bisnis dan rasionalitas,” ujarnya.
Sementara, Chelsea Mengandalkan Pelatih Interim
Setelah pemecatan Rosenior, Chelsea menunjuk Calum McFarlane sebagai pelatih interim hingga akhir musim. McFarlane akan memimpin tim dalam semifinal Piala FA melawan Leeds United pada 26 April 2026.
Keputusan interim ini memberi Chelsea waktu untuk melakukan pencarian jangka panjang. Nama-nama yang disebut-sebut selain Fabregas antara lain mantan pemain Inggris Andoni Iraola dan pelatih asal Spanyol lain yang memiliki pengalaman di Liga Inggris.
Analisis Dampak Potensial
Jika Fabregas memilih kembali ke Chelsea, ia akan menghadapi tantangan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan mengelola Como. Tekanan di Premier League, ekspektasi supporter, serta persaingan dengan klub-klub elit menuntut manajer memiliki pengalaman taktik dan psikologis yang matang.
Di sisi lain, keberhasilan Fabregas di Como dapat menjadi batu loncatan kariernya. Memastikan Como lolos ke kompetisi Eropa akan menambah kredibilitasnya sebagai pelatih muda, memperkuat peluangnya tidak hanya di Inggris tetapi juga di panggung internasional.
Dengan lima laga tersisa, keputusan Fabregas akan menjadi titik balik bagi dua klub. Como berjuang meraih tempat di Eropa, sementara Chelsea berusaha mengakhiri krisis kepelatihan yang memengaruhi performa mereka di liga domestik.
Apapun pilihan yang diambil, dunia sepak bola akan terus memantau perkembangan ini, mengingat kedua klub berada di fase penting dalam musim 2025/2026.









