Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 11 Agustus 2026 | Di dunia sepak bola, Indonesia dan Singapura baru saja bertemu dalam pertandingan ASEAN Championship 2026. Indonesia yang awalnya menunjukkan janji dengan kemenangan besar atas Timor-Leste dan Cambodia, akhirnya gagal melangkah ke semifinal setelah kalah dari Vietnam dan seri melawan Singapura.
Pertandingan tersebut menjadi sorotan karena Indonesia butuh kemenangan untuk melangkah ke semifinal, namun hanya berhasil meraih hasil imbang. Ini menandai kekecewaan bagi tim nasional sepak bola Indonesia yang belum pernah meraih trofi ASEAN Championship sejak turnamen tersebut dimulai pada 1996.
Sementara itu, di luar lapangan sepak bola, Singapura tercatat sebagai negara paling makmur di Asia menurut skor Prosperity Index 2026 yang dikeluarkan oleh Atlantic Council, mengungguli Jepang dan Korea Selatan. Indonesia sendiri menempati peringkat 107 dari 171 negara dengan skor 61, termasuk dalam kategori ‘Kemakmuran Rendah’.
Di sisi lain, terdapat kisah menarik tentang Zubir Said, pencipta lagu kebangsaan Singapura yang lahir di Bukittinggi, Sumatra Barat. Ia meninggalkan tanah kelahirannya pada usia 21 tahun untuk mengejar karier musik di Singapura dan menciptakan ‘Majulah Singapura’ pada 1958, sebelum akhirnya menjadi warga negara Singapura pada 1967.
Kisah Zubir Said menunjukkan betapa dinamisnya perjalanan kebudayaan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Singapura, yang memiliki kebudayaan bersama atau ‘shared culture’ yang kaya dan beragam. Meskipun setiap negara memiliki keunikan dan karakter budaya masing-masing, terdapat pula sejumlah tradisi dan nilai yang memiliki kemiripan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia, Malaysia, dan Singapura terus berusaha meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakatnya melalui berbagai upaya, termasuk peningkatan pendidikan, layanan kesehatan, dan infrastruktur. Namun, tantangan masih banyak, terutama dalam mengatasi kesenjangan pendapatan dan memastikan inklusi sosial bagi semua kelompok masyarakat.
Di akhir, persaingan sengit antara Indonesia dan Singapura, baik di lapangan sepak bola maupun dalam hal kemakmuran, seharusnya menjadi motivasi bagi kedua negara untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya. Dengan memahami kekuatan dan kelemahan masing-masing, Indonesia dan Singapura dapat saling belajar dan tumbuh bersama untuk mencapai tujuan kemakmuran yang lebih tinggi.









