Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 10 Agustus 2026 | PT Indika Energy Tbk (INDY) mendapatkan tambahan pendanaan senilai US$155 juta dari PT Bank DBS Indonesia. Fasilitas kredit tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan proyek tambang emas di Sulawesi Selatan, sekaligus memperkuat langkah perseroan dalam mendiversifikasi sumber pendapatan di luar bisnis batu bara.
Kesepakatan pembiayaan itu resmi ditandatangani pada 5 Agustus 2026. Sejumlah anak usaha Indika Energy juga terlibat dalam transaksi tersebut, yakni PT Indika Inti Corpindo, PT Tripatra Multi Energi, PT Tripatra Engineering, PT Tripatra Engineers and Constructors, serta Tripatra (Singapore) Pte. Ltd. yang bertindak sebagai penjamin awal.
Sebagai bagian dari transaksi, perseroan turut menandatangani berbagai dokumen pendukung, meliputi perjanjian fasilitas, dokumen jaminan, perjanjian konfirmasi jaminan, hingga dokumen tambahan terkait perjanjian antarkreditur. Fasilitas tersebut memiliki jaminan dengan kedudukan pari passu sesuai ketentuan dalam indenture obligasi senior Indika Energy yang menawarkan kupon 8,75% dan akan jatuh tempo pada 2029.
Corporate Secretary Indika Energy, Adi Pramono menyatakan, seluruh dana pinjaman akan difokuskan untuk membiayai kebutuhan belanja modal (capex) dalam pengembangan konsesi tambang emas milik PT Masmindo Dwi Area, anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Indika Energy. Menurut dia, pendanaan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam mengurangi ketergantungan terhadap bisnis batu bara.
Transaksi ini dilakukan untuk mendukung upaya transisi perseroan yang lebih luas dari bisnis batu bara menuju portofolio bisnis yang lebih terdiversifikasi, ujar Adi dalam keterbukaan informasi BEI.
PT Indika Energy Tbk juga telah menandatangani perjanjian fasilitas sebesar US$155 juta dengan Bank DBS Indonesia pada 5 Agustus 2026. Perseroan akan memakai dana pinjaman untuk membiayai belanja modal pengembangan proyek tambang emas pada konsesi penambangan emas di Sulawesi Selatan, Indonesia yang dimiliki PT Masmindo Dwi Area, anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh perseroan.
Pendanaan ini juga sejalan dengan rencana Indika Energy untuk mengalokasikan 99% belanja modal untuk bisnis non-batubara. Dengan demikian, perseroan berupaya untuk mengurangi ketergantungan pada bisnis batu bara dan meningkatkan diversifikasi pendapatan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga terus melaju ke zona hijau pada perdagangan Sesi I, Jumat, 7 Agustus 2026. IHSG naik 44,77 poin atau 0,70 persen ke level 6.388. Sektor infrastruktur menjadi penopang utama kenaikan pasar dengan penguatan 2,17 persen, disusul sektor properti 1,55 persen dan sektor basic materials 1,11 persen.
Dalam kesimpulan, PT Indika Energy Tbk telah mendapatkan suntikan dana US$155 juta dari Bank DBS Indonesia untuk mengembangkan proyek tambang emas di Sulawesi Selatan. Pendanaan ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mendiversifikasi sumber pendapatan dan mengurangi ketergantungan terhadap bisnis batu bara. Dengan demikian, perseroan berupaya untuk meningkatkan nilai perusahaan dan memperkuat posisinya di pasar.











