Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 26 April 2026 | Madrid Open 2026, turnamen WTA 1000 bergengsi, digelar di Caja Magica, Madrid dari 21 April hingga 3 Mei 2026. Kompetisi ini menarik perhatian dunia tenis karena menampilkan pemain-pemain papan atas serta harapan besar bagi petenis muda Indonesia. Di antara para peserta, Janice Tjen menjadi sorotan utama setelah berhasil menembus babak utama dalam kategori tunggal dan ganda.
Berawal dari debut tunggalnya, Janice Tjen menaklukkan petenis Rusia Alina Charaeva pada babak pertama dengan skor 6-4, 6-2. Penampilan impresif tersebut menegaskan kemampuan Janice dalam mengendalikan alur permainan, terutama pada servis pertama yang konsisten serta pukulan forehand yang tajam. Kemenangan ini memberi harapan bagi para pendukung tenis Indonesia untuk melihat pemain nasional bersaing di level tertinggi.
Pada babak kedua, Janice Tjen harus berhadapan dengan pemain unggulan dunia nomor 20, Liudmila Samsonova, pada Jumat 24 April 2026. Meskipun Janice sempat unggul 2-1 pada set pertama, Samsonova berhasil membalikkan keadaan dan menutup set pertama dengan skor 2-6. Dominasi lawan semakin jelas pada set kedua, di mana Samsonova memenangkan 1-6 tanpa memberi ruang bagi Janice untuk kembali bangkit. Kekalahan 2-6, 1-6 ini menghentikan langkah Janice Tjen di babak 32 besar tunggal, sekaligus mengakhiri harapannya untuk melaju lebih jauh dalam kategori ini.
Kekalahan tersebut berdampak pada peringkat dunia Janice, yang diperkirakan akan mengalami penurunan poin sementara. Namun, para analis menilai bahwa pengalaman melawan lawan sekelas Samsonova tetap berharga bagi perkembangan mental dan taktik Janice di turnamen-turnamen mendatang.
Di sisi lain, Janice Tjen tetap melanjutkan perjuangannya di nomor ganda bersama rekan setimnya Aldila Sutjiadi. Pada babak pertama ganda putri, duo Indonesia bertemu pasangan Marta Kostyuk dan Clara Tauson. Janice dan Aldila menunjukkan sinergi yang solid, mengamankan kemenangan 6-3, 7-6(7) berkat serangkaian smash yang mengesankan dan service return yang akurat. Kemenangan ini membawa mereka ke babak kedua ganda.
Di babak kedua, Janice/Aldila berhadapan dengan pasangan Cristina Bucsa dan Nicole Melichar-Martinez. Pertandingan berlangsung ketat, dengan set pertama dimenangkan 6-3 oleh duo Indonesia. Pada set kedua, lawan memberikan perlawanan sengit hingga masuk tie-break. Janice/Tjen tampil tenang pada poin krusial, memenangi tie-break 7-5 dan mengamankan tiket ke babak 16 besar ganda. Keberhasilan ini menegaskan bahwa meskipun terhenti di tunggal, Janice tetap menjadi aset penting dalam rangkaian ganda Indonesia.
- Babak pertama tunggal: Janice Tjen vs Alina Charaeva – 6-4, 6-2 (menang)
- Babak kedua tunggal: Janice Tjen vs Liudmila Samsonova – 2-6, 1-6 (kalah)
- Babak pertama ganda: Janice Tjen/Aldila Sutjiadi vs Marta Kostyuk/Clara Tauson – 6-3, 7-6(7) (menang)
- Babak kedua ganda: Janice Tjen/Aldila Sutjiadi vs Cristina Bucsa/Nicole Melichar-Martinez – 6-3, 7-5 (menang, masuk babak 16 besar)
Kemenangan ganda ini tidak hanya menambah poin bagi peringkat ganda, tetapi juga menghidupkan kembali harapan bagi tenis Indonesia di panggung internasional. Pelatih tim menilai bahwa kombinasi pengalaman Janice sebagai pemenang Chennai Open 2025 dan kecepatan Aldila memberikan keseimbangan yang tepat untuk menaklukkan lawan-lawan kuat.
Ke depan, Janice Tjen berencana memperbaiki permainan servisnya dan meningkatkan konsistensi dalam rally panjang, terutama menjelang turnamen besar berikutnya. Sementara itu, Aldila Sutjiadi fokus pada koordinasi taktik ganda agar duo mereka dapat melaju lebih jauh di turnamen WTA 1000 selanjutnya.
Secara keseluruhan, meskipun Janice Tjen terhenti di babak kedua tunggal, pencapaian ganda bersama Aldila Sutjiadi menunjukkan bahwa semangat dan kualitas tenis Indonesia tetap kuat. Penampilan mereka di Madrid Open 2026 menjadi bukti bahwa pemain muda Indonesia mampu bersaing di level dunia, sekaligus memberikan inspirasi bagi generasi berikutnya.











