Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 05 Agustus 2026 | Sriwijaya FC, klub sepak bola asal Indonesia, baru-baru ini terkena sanksi dari FIFA. Sanksi ini berupa larangan pendaftaran pemain baru, yang berarti klub tidak bisa merekrut pemain baru untuk musim depan. Sanksi ini diberikan karena klub belum membayar gaji pemain dan ofisial secara lengkap.
Menurut Sekretaris Perusahaan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Faisal Mursyid SH, sanksi ini sangat memprihatinkan. Ia berharap kehadiran investor baru bisa menjadi jalan keluar untuk menyelesaikan persoalan keuangan klub. Faisal juga menyatakan bahwa sanksi ini merupakan kejadian pertama sepanjang sejarah klub.
Sementara itu, Wapres Sriwijaya FC Mohammad David memastikan bahwa persiapan tim tetap berjalan meskipun klub terkena sanksi. Ia menegaskan bahwa agenda latihan perdana tetap dilaksanakan di Palembang sembari manajemen menyelesaikan proses administrasi terkait sanksi tersebut.
David juga mencontohkan beberapa klub lain yang tetap menggelar latihan meskipun juga terkena sanksi registration ban dari FIFA. Ia menambahkan bahwa latihan tetap menjadi prioritas sambil menunggu perkembangan penyelesaian persoalan tersebut.
Sanksi serupa juga diberikan kepada klub lain, seperti Goiás Esporte Clube asal Brasil. Klub ini terkena sanksi karena belum membayar kompensasi untuk pemain yang bergabung dengan klub lain. Sanksi ini berupa larangan pendaftaran pemain baru hingga klub membayar kompensasi tersebut.
TS Galaxy, klub asal Afrika Selatan, juga terkena sanksi serupa. Klub ini belum bisa mendaftarkan pemain baru karena sanksi dari FIFA. Sanksi ini diberikan karena klub belum membayar gaji pemain dan ofisial secara lengkap.
Mauro Luna Diale, pemain asal Argentina, juga terkena dampak sanksi FIFA. Ia belum bisa bermain untuk klub barunya karena sanksi yang diberikan kepada klub sebelumnya.
Kesimpulan, sanksi FIFA terhadap Sriwijaya FC dan klub lainnya merupakan peringatan bahwa klub harus memenuhi kewajiban keuangan mereka. Sanksi ini berdampak besar pada performa klub di lapangan, namun juga membantu klub untuk memperbaiki manajemen keuangan mereka.











