OLAHRAGA

Leicester vs Millwall: Drama di King Power, Millwall Gagal Menyambar Kemenangan, Foxes Tahan Imbang

×

Leicester vs Millwall: Drama di King Power, Millwall Gagal Menyambar Kemenangan, Foxes Tahan Imbang

Share this article
Leicester vs Millwall: Drama di King Power, Millwall Gagal Menyambar Kemenangan, Foxes Tahan Imbang
Leicester vs Millwall: Drama di King Power, Millwall Gagal Menyambar Kemenangan, Foxes Tahan Imbang

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 25 April 2026 | King Power Stadium menjadi saksi pertarungan sengit antara Leicester City dan Millwall pada hari Jumat, 24 April 2026. Pertandingan yang awalnya diprediksi mudah bagi tuan rumah berakhir dengan skor imbang 1-1, sekaligus mengembalikan Millwall ke posisi dua klasemen Championship. Hasil ini juga memicu protes keras dari suporter Leicester yang menuntut perubahan di jajaran manajemen klub.

Gol pertama tercipta pada menit ke-8 melalui aksi Harry Souttar, bek tengah Leicester yang kembali bersaing setelah pemulihan 16 bulan dari cedera Achilles. Souttar memanfaatkan umpan panjang dan menaklukkan kiper Millwall, Jakub Stolarczyk, dengan tembakan yang tidak dapat dihalau. Gol tersebut memberi Leicester keunggulan awal dan menambah tekanan pada Millwall yang berada di zona promosi otomatis.

Millwall tidak tinggal diam. Setelah serangkaian peluang yang diblokir, Macaulay Langstaff, yang baru kembali dari cedera sejak Februari, mencetak gol penyama pada menit ke-84. Langstaff, yang masuk sebagai pemain pengganti, berhasil menaklukkan kiper Stolarczyk setelah menerima umpan terobosan dari Camiel Neghli. Gol tersebut mengangkat Millwall kembali ke posisi kedua, selisih satu poin dari Ipswich Town yang masih memiliki dua pertandingan lebih.

Berikut rangkaian peristiwa penting dalam pertandingan:

  • Menit 8 – Harry Souttar (Leicester) mencetak gol pembuka.
  • Menit 10 – Mihailo Ivanovic (Leicester) digantikan karena cedera pada siku akibat tabrakan dengan Harry Souttar.
  • Menit 23 – Abdul Fatawu (Millwall) melesetkan peluang awal.
  • Menit 30 – Hamza Choudhury (Leicester) menghalau tembakan Josh Coburn (Millwall) dengan intersepsi kritis.
  • Menit 45+2 – Ryan Leonard (Millwall) menabrak tiang gawang.
  • Menit 55 – Thierno Ballo (Leicester) hampir mencetak gol lewat sundulan, tetapi ditangkis Stolarczyk.
  • Menit 84 – Macaulay Langstaff (Millwall) menyamakan kedudukan 1-1.

Selain aksi di atas, pertandingan juga menyisakan sejumlah insiden yang menambah ketegangan. Suporter Leicester mengibarkan spanduk dengan tulisan “King Power Out” dan meluncurkan balon udara yang menampilkan pesan serupa, menuntut keluarnya pemilik klub, Aiyawatt ‘Top’ Srivaddhanaprabha, dari manajemen. Protes ini muncul setelah kegagalan tim mengamankan kemenangan melawan Millwall, yang masih berjuang untuk promosi.

Kiper Leicester, Jakub Stolarczyk, yang menggantikan Asmir Begovic, menunjukkan penampilan mengesankan dengan dua penyelamatan krusial, termasuk menepis sundulan keras Thierno Ballo menjelang jeda babak pertama. Di sisi lain, Jake Cooper (kapten Millwall) menerima kartu kuning setelah melakukan tekel keras terhadap Abdul Fatawu, yang menimbulkan keluhan dari suporter tuan rumah mengenai keputusan wasit.

Statistik akhir menunjukkan penguasaan bola yang hampir seimbang, namun Leicester mencatat lebih banyak tembakan ke arah gawang (12 tembakan, 5 di atas tiang) dibandingkan Millwall (9 tembakan, 3 di atas tiang). Kedua tim juga menunjukkan intensitas tekanan tinggi, dengan rata-rata 7 serangan berbahaya per tim.

Dengan hasil ini, Millwall kembali menguat di puncak klasemen otomatis, menancapkan jarak satu poin di atas Ipswich Town yang masih memiliki dua laga tertinggal. Sementara itu, Leicester harus segera menata kembali strategi mereka, mengingat posisi terdekat dengan zona degradasi telah dipastikan pada hari Selasa lalu.

Berikut dampak hasil bagi kedua tim:

Tim Posisi Poin Jarak dari Promosi Otomatis
Millwall 2 78 +1
Leicester City 22 (terdegradasi) 28

Pertandingan terakhir Leicester sebelum melawan Millwall adalah kekalahan melawan tim lain yang mempertegas nasib mereka turun ke League One. Sekarang, dengan satu pertandingan tersisa melawan Oxford United, para pendukung Leicester berharap tim mereka dapat mengakhiri musim dengan catatan positif meski sudah terkonfirmasi turun.

Kesimpulannya, duel Leicester vs Millwall tidak hanya memberikan hasil poin penting bagi Millwall dalam perebutan promosi, tetapi juga memperlihatkan ketegangan internal di Leicester yang memuncak lewat aksi protes suporter. Kedua tim kini harus memanfaatkan sisa jadwal mereka untuk mencapai tujuan masing-masing: Millwall mengincar tiket promosi, sementara Leicester berupaya memperbaiki citra klub di mata pendukungnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *