Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 31 Juli 2026 | Setelah absen selama beberapa tahun, Malaysia kembali menjadi tuan rumah balap Formula 1 (F1) dengan menggelar Bahrain Grand Prix di Sepang International Circuit pada tanggal 2-4 Oktober. Kegiatan ini merupakan bagian dari kalender F1 musim ini setelah Grand Prix Bahrain awalnya dibatalkan karena konflik regional.
Menurut Stefano Domenicali, presiden dan CEO Formula 1, keputusan untuk menggelar Bahrain Grand Prix di Malaysia merupakan kabar baik bagi penggemar F1. Domenicali juga menyatakan bahwa Malaysia adalah negara yang luar biasa dan Sepang International Circuit memiliki tempat spesial dalam sejarah F1.
Sepang International Circuit, yang dirancang oleh Hermann Tilke, memiliki panjang 5,543 km dan fitur 15 tikungan. Sirkuit ini dikenal karena cuacanya yang tidak terduga, dengan hujan deras yang sering terjadi pada sore hari. Hal ini akan menjadi tantangan bagi para pembalap karena mereka harus siap menghadapi berbagai kondisi cuaca.
Biaya untuk menggelar F1 di Malaysia diperkirakan mencapai RM300 juta (sekitar Rp 1,04 triliun) per tahun, menurut Azhan Shafriman Hanif, CEO Sepang International Circuit. Namun, potensi pendapatan dari kegiatan ini bisa mencapai tiga kali lipat dari biaya tersebut, sehingga menjadi RM1 miliar (sekitar Rp 3,12 triliun).
Malaysia Airports Holdings Bhd (MAHB) menyatakan bahwa Kuala Lumpur International Airport (KLIA) siap mendukung kegiatan F1 dengan menyambut tim, pejabat, dan penonton yang akan hadir. MAHB juga berharap bahwa kegiatan ini akan meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap F1.
Untuk memastikan kesuksesan acara, pemerintah Malaysia dan Formula 1 bekerja sama untuk mempersiapkan Sepang International Circuit. Biaya untuk mempersiapkan sirkuit diperkirakan mencapai US$3 juta, yang akan digunakan untuk pekerjaan perawatan minor dan memastikan sirkuit dalam kondisi yang baik.
Kesimpulan, kegiatan F1 di Malaysia merupakan kesempatan besar bagi negara ini untuk menunjukkan kemampuan dan keramahan dalam menyambut acara internasional. Dengan biaya yang diperlukan dan potensi pendapatan yang besar, Malaysia berharap dapat menjadi tuan rumah F1 secara teratur di masa depan.











