Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 30 Juli 2026 | Saat ini, dunia balap Formula 1 (F1) sedang menghadapi ketidakpastian terkait jadwal balapan di Timur Tengah. Dengan konflik yang terus berlanjut di wilayah tersebut, ada kemungkinan bahwa beberapa balapan di sana mungkin tidak dapat dilaksanakan. Stefano Domenicali, CEO F1, telah mengkonfirmasi bahwa keputusan tentang balapan di Qatar dan Abu Dhabi akan diambil pada pertengahan September.
Qatar dan Abu Dhabi saat ini dijadwalkan sebagai tuan rumah balapan pada 29 November dan 6 Desember, masing-masing. Namun, jika situasi di Timur Tengah tidak memungkinkan pelaksanaan balapan, maka F1 harus mencari alternatif. Salah satu pilihan yang telah disebutkan adalah mengadakan balapan di Eropa sebagai gantinya.
Austin, Amerika Serikat, juga telah menyatakan kesiapan untuk menjadi tuan rumah dua balapan jika diperlukan. Namun, F1 telah memutuskan bahwa jika balapan di Timur Tengah dibatalkan, maka mereka akan mengadakan balapan di Eropa, bukan di Amerika Serikat.
Sementara itu, Lando Norris dari McLaren telah menyatakan harapannya untuk dapat mengejar Kimi Antonelli dalam persaingan kejuaraan F1 2026. Dengan kemenangan yang impresif di Hungaroring, Norris telah mengurangi defisitnya dengan Antonelli menjadi 91 poin.
McLaren juga telah membuat kemajuan besar dengan paket upgrade yang mereka bawa ke Hungaroring. Ini telah menciptakan harapan bahwa tim asal Woking tersebut mungkin telah bergabung secara permanen dalam pertarungan untuk kemenangan.
Dengan masih 11 balapan yang tersisa di kalender F1 2026, masih banyak yang dapat terjadi dalam sisa musim ini. F1 akan terus memantau situasi di Timur Tengah dan mengambil keputusan yang tepat untuk memastikan bahwa musim ini berjalan lancar dan sukses.











