Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 25 Juli 2026 | Turnamen bulutangkis China Open 2026 memasuki babak semifinal. Sayangnya, langkah Jonatan Christie terhenti di babak perempatfinal setelah dikalahkan oleh Victor Lai asal Kanada.
Jonatan Christie yang merupakan unggulan keempat harus mengakui keunggulan Victor Lai dengan skor 14-21, 17-21. Dalam pertandingan tersebut, Jonatan Christie banyak melakukan kesalahan yang membuatnya kalah.
Victor Lai sendiri akan bertemu dengan Toma Junior Popov asal Prancis di semifinal. Toma Junior Popov berhasil mengalahkan Nhat Nguyen asal Irlandia dengan skor 12-21, 21-10, 21-15.
Sementara itu, ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri berhasil melaju ke semifinal setelah mengalahkan Kang Min-hyuk/Ki Dong-ju asal Korea Selatan dengan skor 21-15, 21-13.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri akan bertemu dengan Liang Wei Keng/Wang Chang asal Tiongkok di semifinal. Pertandingan ini merupakan ulangan dari tahun lalu di mana Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri berhasil mengalahkan Liang Wei Keng/Wang Chang.
Putri Kusuma Wardani juga mengalami kegagalan setelah dikalahkan oleh Tomoka Miyazaki asal Jepang dengan skor 21-16, 11-21, 9-21. Begitu juga dengan ganda putri Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum yang dikalahkan oleh Li Yi Jing/Luo Xu Min asal Tiongkok.
Dengan kegagalan tersebut, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjadi harapan terakhir Indonesia untuk meraih gelar di China Open 2026.
Jonatan Christie menyatakan bahwa Victor Lai merupakan salah satu pemain muda dengan prospek cerah. Ia memiliki ketenangan bermain, pertahanan yang solid, serta variasi pukulan yang membuat lawan sulit mengembangkan permainan.
Jonatan Christie juga mengakui bahwa pola permainannya sudah berjalan sesuai rencana pada beberapa momen, namun setiap kali kehilangan fokus, Victor Lai mampu membaca celah tersebut dan langsung meningkatkan tempo permainan hingga memaksa Jonatan kembali mengikuti ritme lawannya.
Putri Kusuma Wardani menyatakan bahwa dia tidak puas dengan penampilannya, terutama pada gim kedua dan ketiga ketika gagal keluar dari tekanan permainan lawan. Ia berharap bisa bermain lebih baik di turnamen selanjutnya.
Dengan demikian, Indonesia masih memiliki harapan untuk meraih gelar di China Open 2026 melalui Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. Mereka harus berjuang keras untuk mengalahkan lawan-lawannya dan membawa pulang gelar.
Kesimpulan dari turnamen China Open 2026 ini adalah bahwa Indonesia masih memiliki pemain-pemain yang berpotensi untuk meraih gelar. Namun, mereka harus terus berlatih dan meningkatkan kemampuan mereka untuk bisa bersaing dengan lawan-lawan yang kuat.









