Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 25 Juli 2026 | Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) merupakan forum permusyawaratan tertinggi dalam organisasi Nahdlatul Ulama. Agenda ini menjadi wadah untuk mengevaluasi kepengurusan, menetapkan arah organisasi, serta memilih kepengurusan baru. Sejak pertama kali digelar pada 1926, Muktamar NU telah berpindah-pindah lokasi di berbagai kota di Indonesia.
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menyerukan pentingnya menjaga keutuhan Nahdlatul Ulama (NU) dari berbagai upaya kooptasi dan intervensi politik praktis jelang pelaksanaan Muktamar NU mendatang. Menurut dia, NU telah ikut membentuk identitas Indonesia bersama dengan Partai Nasional Indonesia (PNI), Muhammadiyah, dan seluruh komponen bangsa lainnya.
NU pernah menjadi bagian penting dari Partai Masyumi, partai politik Islam terbesar pada awal masa kemerdekaan Indonesia. Namun, kebersamaan itu tidak berlangsung lama. Pada 1952, NU memutuskan keluar dari Masyumi dan mendirikan Partai NU. Hal ini merupakan sebuah langkah yang kemudian mengubah peta politik nasional.
Pertemuan antara Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Rakyat Tiongkok di Semarang membahas langkah konkret memperkuat hubungan Indonesia dan Tiongkok melalui kerja sama pendidikan. Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin, mengatakan pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang dapat mempererat hubungan kedua negara.
Muktamar NU pertama diselenggarakan di Surabaya, Jawa Timur, pada 21 Oktober 1926. Kota ini juga menjadi lokasi penyelenggaraan Muktamar kedua dan ketiga. Pada 2026, Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Dalam masa depan, NU diharapkan dapat mempertahankan keutuhan dan identitasnya sebagai organisasi keagamaan yang berperan besar dalam pembangunan Indonesia. Dengan menjaga keutuhan dan memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, NU dapat terus menjadi salah satu kekuatan penting dalam masyarakat Indonesia.









