Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 23 Juli 2026 | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di sejumlah perairan Jawa Timur dan Indonesia Timur. Peringatan tersebut berlaku mulai 23 Juli 2026 pukul 07.00 WIB hingga 26 Juli 2026 pukul 07.00 WIB. Selama periode tersebut, gelombang laut setinggi 1,25 meter hingga 2,5 meter diperkirakan berpotensi terjadi di 13 wilayah perairan Jawa Timur.
BMKG mengimbau nelayan, operator kapal, hingga masyarakat yang beraktivitas di laut untuk meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan pelayaran. Gelombang tersebut berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran, terutama kapal berukuran kecil. Masyarakat yang akan melaut maupun operator kapal diminta memperhatikan batas aman dan selalu memantau informasi cuaca dan peringatan maritim terbaru dari BMKG sebelum berangkat.
Sementara itu, pelayaran wisata ke sejumlah pulau di kawasan Taman Nasional Komodo juga kembali ditutup mulai 22 Juli 2026 hingga 24 Juli 2026. Pulau Padar dan Pulau Komodo termasuk tujuan wisata yang dilarang. Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto mengatakan bahwa perairan paling rawan karena arus kuat dan gelombang tinggi adalah di Selat Padar.
Bibit Siklon Tropis 92W juga terdeteksi di Laut Filipina, tepatnya di sebelah utara Papua Barat Daya. Sistem cuaca ini mulai terpantau sejak 21 Juli 2026 pukul 01.00 WIB. BMKG menyebut Bibit Siklon Tropis 92W memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam periode 24 jam ke depan. Meskipun potensi pertumbuhannya menjadi siklon tropis tergolong rendah, pergerakan sistem ini tetap memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan gelombang laut di sejumlah wilayah Indonesia bagian utara dan timur.
BMKG memprediksi gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan, meliputi Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Samudra Hindia barat Aceh, Selat Malaka bagian utara, Laut Natuna Utara, Karimata bagian utara, Selat Karimata bagian selatan, Laut Jawa bagian barat, tengah, dan timur, Selat Makassar bagian utara, tengah, dan selatan, Laut Sulawesi bagian barat, tengah, dan timur, Laut Bali, Laut Flores, Laut Banda, Laut Maluku, Samudra Hindia selatan NTT, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, Laut Seram, dan Laut Arafuru bagian utara, barat, tengah, dan timur.
Masyarakat pesisir dan pelayaran di wilayah terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi. Perkembangan Bibit Siklon Tropis 92W masih dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer dan perairan. Masyarakat dianjurkan untuk memantau informasi terbaru melalui kanal resmi BMKG dan menghindari informasi dari sumber yang tidak terpercaya.
Kondisi cuaca yang tidak stabil ini mengingatkan kita akan pentingnya kewaspadaan dan keselamatan dalam beraktivitas di laut. Dengan memantau informasi cuaca dan peringatan maritim terbaru, kita dapat mengurangi risiko kecelakaan dan menjaga keselamatan pelayaran.











